Yang Kalah

Kau coba mengurai awan kelabu
di sela-sela sisa hujan
di atas tanah merah pekuburan.
Kau usap airmatamu, yang
telah bercampur rinai hujan dan
warna tanah.
Kau, sedih nian.

Bila kau sadar, akan bulan yang jatuh
dalam pangkuan.
Sekejab, telah dirampas.
Dengan paksa walau telah puas kau menjeritkan pinta
telah habis nafasmu, biru mata dan bibirmu
telah robek pita suaramu.
Takkan didengar.

Kau, kau kecil sobat
kau terlalu muda tuk bahagia
dan di pucuk kuasa
keadilan mentertawakanmu. Penuh.
Mentertawakanmu.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Sajak Ulang Tahun

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: