Uwais Al-Qarni Yang Berbakti

Pernah denger kisahnya Uwais Al-Qarni? Seorang pemuda yang sangat berbakti pada Ibunya, sampai karena amal sholehnya itu Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Uwais Al-Qarni adalah pemuda yang sangat terkenal di langit. Padahal semasa hidupnya di dunia Uwais ini begitu dikucilkan karena kefakirannya.

Lalu, seperti apa ya kisah inspiratif dari pemuda misterius satu ini?

Berawal dari Impian Ibu

Di pelosok padang pasir di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni badannya tambun, kepalanya botak, berjanggut tebal, dan ciri yang paling mencolok dari Uwais ini adalah kulitnya yang belang karena penyakit yang dia derita, yakni penyakit sopak.

Uwais Al Qarni adalah seorang fakir yang kerap dipandang sebelah mata sama penduduk Yaman. Ia adalah fakir yang diabaikan, karena raut wajahnya yang tampak menakutkan. Tapi siapa sangka, di balik wajahnya yang ‘sangar’ justru Uwais punya hati yang lembut banget. Ia sangat berbakti pada ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan.

Suatu ketika ibunya meminta satu permintaan pada Uwais, yakni ingin naik haji. Dalam kondisi fakir, Uwais bergeming, ngga tau mesti jawab apa karena memang kondisi mereka sangatlah miskin. Tapi karena rasa cintanya pada sang bunda, Uwais bertekad untuk mewujudkan keinginan bunda nya dengan berbagai cara. Mau tau caranya kaya gimana?

Uwais dan Lembunya

Hal pertama yang dilakukan Uwais setelah mendengar permintaan ibunya tadi, Uwais membeli seekor lembu kecil, lalu dia buat kandangnya di puncak bukit. Uniknya, setiap pagi Uwais menggendong lembu nya bolak balik naik turun bukit untuk memberinya pakan.

Melihat tingkah Uwais ini, orang-orang di sekitarnya menyebut Uwais ‘gila’, tapi Uwais tidak peduli dengan cibiran tetangga yang pedes kaya netijen zaman now itu. Dia terus melakukan rutinitas gendong-lembu-naik-turun-bukit ini bahkan sampai berbulan-bulan, sampai si lembu beranjak besar dan otomatis makin besar pula tenaga Uwais karena tiap hari latihan fisik nggendong lembu tadi.

Tiba saatnya musim haji, lembu Uwais beratnya udah sampai 100 kilo. Bisa dibayangin ngga tuh angkat lembu 100 kg naik turun bukit? Ade Rai aja kayaknya kalah sama beliau.. Tapi tahukah kamu kenapa sih Uwais Al Qarni menggendong lembu setiap hari?

Ternyata Uwais lagi latihan fisik biar kuat gendong ibunya sampai ke tanah suci. Karena ngga punya biaya itulah, Uwais memutuskan untuk menggendong ibunya sendiri dengan berjalan kaki dari Yaman hingga ke Mekah! Masya Allah.. Uwais dengan tegap selalu menggendong ibunya kemana pun, termasuk ketika wukuf di Arafah, sampai impian sang bunda untuk naik haji akhirnya terwujud.

Ketika berada di depan Ka’bah, Uwais memohon doa kepada Allah untuk mengampuni semua dosa ibunya. Sang ibu bertanya dengan penuh haru ‘bagaimana dengan dosamu, nak?’. Uwais Al Qarni menjawab ‘dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho Allah dari ibu yang membawaku ke surga’ katanya.

Subhanallah.. Inspiratif sekali ya kisah Uwais ini? Semoga dapat menginspirasi kamu juga ya untuk selalu berbakti sama orang tua kamu.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Dua Cara Untuk Menyingkirkan Lawan Politik

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: