Tezar Haldy; Karya Adalah Investasi

Hai para muda!!!

Kali ini kita berkesempatan mengenal lebih dekat seorang pemuda penuh bakat yang menjadi kebanggaan Kota Pontianak, bahkan Kalimantan Barat. Namanya Tezar Haldy.

Mungkin diantara kalian sudah banyak yang tahu dengan sutradara film lokal, sitcom dan video klip ini, selain itu mas Tezar Haldy ini beberapa kali bertangan dingin dalam memproduseri musisi lokal.

Jika belum maka dalam kesempatan ini akan kami perkenalkan tokoh inspiratif ini dengan karya-karyanya yang cukup menarik, seperti misalnya Sungai Kapuas dalam project Kado Kecil Untuk Pontianak, atau film pendek yang sangat menggugah semangat semacam Life is Moments. Tak ketinggalan bahwa mas Haldy ini juga adalah produser dari band Coffternoon yang kondang itu.

Kemarin akhirnya VoP berkesempatan mewawancarai mas Haldy di sela kesibukannya yang saat ini sedang menggarap video klip terbaru dari Puck Mude. Penasaran? Yuk disimak perbincangan kami berikut ini.

Mengapa anda terinspirasi menjadi sutradara film atau video klip?

Saat SMP sayang suka dengan film-film drama yang punya soundtrak menyentuh. Sadar membuat film itu sulit, saya memulainya dengan mempelajari digital recording dengan harapan dapat merekam lagu ciptaan sendiri. Kemudian saya belajar fotografi yang merupakan ilmu dasar dari cinematografi. Barulah kemudian perlahan saya memasuki dunia cinematografi dan menjadikan lagu ciptaan sendiri sebagai proyek perdana menggarap video klip.

Dari beberapa bidang ilmu yang saya pelajari mulai dari Musik, Audio, Fotografi dan Videografi, saya mulai berfikir bagaimana ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain dengan kata lain bagaimana seniman dapat saling bersinergi agar hasil yang dicapai bisa lebih baik lagi.

Dari situlah saya mulai mengarah ke keproduseran dengan proyek pertama memproduseri Ghaitsa Kenang dan kemudian Coffternoon dengan album “Tentang yang Tak Dikata”, sitkom Sepanjang Hari, Kado Kecil Untuk Pontianak dan yang terakhir film pendek Life Is Moments.

Bagaimana pengalaman anda ketika menjadi sutradara?

Memegang tanggung jawab yang besar atas seluruh departemen dalam sebuah produksi dan bertanggung jawab atas hal positif apa yang penonton bisa dapat dengan menyita waktu dalam hidupnya sepanjang durasi tayangan yang mereka tonton tersebut adalah hal yang membuat saya harus berhati-hati dan memotivasi diri untuk terus belajar bijak dan cermat.

Boleh ceritakan sedikit mengenai diri Anda?

Dari kecil saya menyukai musik dan orang tua yang selalu mendukung dengan memfasilitasi hobi saya. Dalam proses belajar bisa dibilang sebagaian besar otodidak kecuali tehnik tata suara yang saya pelajari secara formal di Studio 21 Jakarta (LPDK). Beranjak dewasa saya terus berproses dan mulai mengarah ke dunia profesional dengan menjadikan hobi sebagai profesi.

Bagaimana awal perjalanan karier anda sebagai seorang sutradara?

Dasar saya bekarya adalah mencoba merasakan apa yang orang rasakan dan bagaimana menyampaikan sesuatu yang dapat menyentuh fikiran dan perasaan orang. Observasi itu pun saya lakukan hampir setiap hari. Mencermati apa yang orang senangi, apa yang menjadi problematikan orang, apa solusinya dan bagaimana kemasan atau cara penyampaian yang mudah untuk orang lain serap. Itu yang membuat saya mulai memposisikan diri sebagai sutradara sekaligus produser di beberapa proyek.

Apa suka dan duka anda sebagai Sutradara?

Hampir semuanya suka. Hal-hal yang sulit atau menghambat di perjalanan bagai saya sudah merupakan paket lengkap dalam rangkaian proses menuju hasil yang lebih baik.

Bagaimana dengan masalah pendanaan dalam suatu produksi film?

Karya adalah investasi. Ada kalanya kita harus memulainya dengan mengerjakan hampir semuanya sendiri untuk meminimalisir bajeting atau mengajak teman-teman dekat untuk sukarela membantu. Ketika karya tersebut dipublikasi dan mendapatkan respon postif di masyarakat maka dari situlah akan muncul orang-orang baik yang tergugah untuk membantu pendanaan dalam produksi film kita.

Bagaimana proses pembuatan video klip Curhat Rumah Tangga dari Puck Mude?

Saat penggarapan Film Life is Moments di Singkawang
Proses penggarapan video klip Curhat Rumah Tangga, Puck Mude, bisa dibilang digarap sangat sederhana dengan konsep yang sangat simple, karna prinsip Puck Mude sendiri adalah “karya terbaik itu, karya yang dibuat dengan fun dan tidak ribet.” dan saya mencoba menerapkan prinsip Puck Mude di dalam video klipnya.

Apakah cerita di video klip sama persis dengan yang diceritakan dalam lirik lagunya?

Secara keseluruhan, iya.

Siapa saja yang terlibat dalam video klip ini?

Saya sutradara sekaligus merangkap kamera dan editor. Vina pada kordinator talent. Fayi pada astrada. Video Klip itu sendiri dibintangi oleh Jay Alwi dan Dinda.

Apa saja sih yang anda lakukan sebagai sutradara vidclip ini?

Memahami karakter Puck Mude, memahami isi lirik lagu dan mentransfer lagu tersebut dalam bentuk visual.

Bagaimana cara anda membagi waktu dengan keluarga anda ditengah kesibukan sebagai seorang sutradara?

Sebagian besar produksi dilakukan di jam kerja. Artinya porsi waktu sebagai pekerja dan sebagai kepala rumah tangga masih sama seperti orang kantoran pada umumnya.

Apakah anda sedang memproduksi suatu film?

Saya sedang proses penggarapan sebuah film pendek yang dikemas dalam bentuk video klip dengan durasi 6 menit. Bisa dibilang proyek ini adalah ujian kompetensi saya sebelum akhir 2017.

Ok mas Haldy, terima kasih atas waktunya. Semoga semakin banyak remaja dan pemuda Kalimantan Barat yang tertarik untuk menggeluti bidang seperti Tezar Haldy jalani selama ini. Sukses selalu untuk mas Haldy. Tetap berkarya untuk kita semua.

So, asyik bukan menjadi sutradara? Kalian tertarik untuk memiliki profesi yang sama? Atau sekedar ingin berkenalan dengan mas Tezar Haldy ini lebih dekat lagi? Main-main saja ke tempatnya biasa nongkrong di Taman Gita Nanda.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Bagaimana Cara Menjadi Politikus?

Salam inspirasi muda!

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: