Subuh

Detakan jantung  membangun awal dari kehidupan yang begitu hening dan dingin, adalah sebuah permulaan dari sentuhan yang memiliki kepekaan atas apa yang akan terjadi sepanjang hari.

Diawali dengan bermunajat, memuji, bersyukur, bercurhat ria, dan  memohon, merupakan bentuk dari kesadaran setiap makhluk terhadap Pemilik Alam ini,   keindahan – keindahan hidup terwarnai dengan apa yang menjadi motivasi  nilai – nilai dalam memaknai hidup. Kehidupan dialam saat ini hanya sementara, heningnya subuh merupakan awal dalam mengisi kekosongan alam pikiran.

Heningnya subuh merupakan bentuk refeleksitas dalam membentuk kualitas, Pencipta Alam ini telah memberikan arena yang begitu adil, dan tentunya semua itu harus dapat dimanfaatkan dengan sedemikian rupa agar pemahaman – pemahaman apa yang menjadi tolak ukur tetap berlandaskan dengan aturan yang dibuat olehNya.

Degungan suara subuh yang mengelegar adalah bagian dari proses suci yang menjadi jembatan   bahwa dunia ini besar, dan sudah sepatutnya pujian – pujian itu diberikan untuk Pemilik Alam ini. Bentuk kenyamanan itu dapat dirasakan, esensi dari kualitas suci tersebut lebih mengangkat derajat insan yang  memilih bangun daripada tidur .

Suara subuh yang begitu suci itu akan membawa alam dan pikiran selalu terjaga akan kesadaran dari kebesaran sang Pencipta, suara itu sebagai pengingat kuat agar makhkuk bumi ini tetap suci dalam bertindak.

Mata selalu menjadi objek oleh penghasut subuh, yang begitu senang jika separuh dunia terus menutup mata sampai terbitnya surya. Itu adalah kenistaan yang lebih mengambarkan ketidaknyamanan akal dan tindakan,  disaat heningnya pagi tak satupun insan yang mengingat kebesaran si Pemilik Alam yang begitu bahagianya dalam membangun dan mencipta  segala yang ada di Alam semesta ini.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Bang Marbot Dapat Wahyu Kunci Pagar Mesjid

Kekuatan hati harus dikekarkan untuk menuju kebahagian dalam menikmati embun pagi, proses itu lebih menjadikan apa yang akan dilakukan dan kita perbuat, dan heningnya subuh dapat membangun raga lebih kuat dan sehat agar aktifitas dalam mencari kualitas dapat terjaga dengan track yang nyaman.

Tidak hanya itu, bentuk kenyamanan lain adalah pikiran lebih terstruktur dalam menata kehidupan. Kekuatan hakiki selalu terawali dari heningnya embun subuh. Dan tampaknya itu berlaku untuk seluruh penghuni alam semesta ini.

Subuh mampu membangun kekuatan dan kesadaran. Jika tak satupun mata didunia ini terbuka disaat subuh, dan apa yang akan terjadi ?

Bisa dipastikan hadirnya kesuraman, pikiran akan selalu bentrok dengan tindakan, karena konsesi hidup yang dimulai dengan sebuah perencanan sirna ditelan surya pagi. (NDY, 04/11/2017)

endy

Endy Z. Tobing Smiling, pengasih, murah hati, penyayang dan only percaya hanya kepada 1 Tuhan??? Pernah lama tinggal di negeri antah berantah Pakistan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: