SPREADING WINGS (Sepucuk Surat Cinta)

Apa yang aku tulis di sini adalahsegala kemungkinan yang bermain-main di otakku sejak kemarin malam.
Ribuan skenario yang kususun, jutaan prakiraan yang menikam benak. Segala bercampur!
Mungkin yang terbaik buat kita selama ini adalah keep sparated; sebab sulit untuk bersatu dalam kebohongan demi kebohongan!
Aku menyerah!
Masih ingat City of Angel?
Ingat akhir ceritanya?
That’s the way I feel right now.
I will loss you forever
!
Kau seperti Maggie dalam film itu.
Menyusuri jalanan bersepeda, menikmatinya dengan mata terpejam, dan sayap terkembang.
Sedang aku tak dapat berbuat apa-apa untuk menuntunmu dan akhirnya hanya bisa bersedih mengenangmu. Poor Mr. Plate.
Padahal, I was ready to take any risk for you, I even jumped from the sky, badly hurt when hit the ground.
But I was too late, too stupid.
Kita khan selalu menjadi nomor dua di hati masing-masing. -aku bahkan tak tahu saat ini aku telah menjadi nomor berapa?-
Mungkin sulit untuk menjadi nomor dua, the second choice, no, the second one.
Kita, aku, ternyata tak sanggup buat adil.
Emh, kita pun terlalu hanyut dalam romantisme kampungan.
Seharusnya aku tak boleh sebaik itu padamu, demikian juga kau!
Namun semuanya telah terjadi.
Engkau, you will always be the sweetest memories I ever had.
So, good luck!
Head ups, and make your steps, I’m not gonna be your guide for a good reason again!
Love,

A.B.A.
20/09/1998 05:00

Mungkin tulisan ini juga menarik...  SAJAK RINDU -mestinya ditulis kemarin-

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: