Siapa Bilang Minat Baca Orang Pontianak Rendah?

Pembukaan Kalbar Book Fair (KBF) 2017 yang dilaksanakan pada 1 November 2017, menarik perhatian luar biasa bagi para masyarakat pencinta buku Kalimantan Barat.

Acara yang dibuka oleh Sekda Provinsi Kalimantan Barat, Dr. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM, dan dihadiri  sekitar lebih dari 1000 orang dalam acara pembukaan tersebut.

Dalam sambutannya Pak Sekda berpesan agar para penggiat literasi di Kalbar untuk tidak berhenti menulis dan memproduksi tulisan-tulisan yang memiliki daya guna untuk kemajuan Kalimantan Barat. Dan ia memberikan apresiasi yang luar biasa atas kecintaan masyarakat Kalbar atas pentingnya membaca dan menulis.

Pameran Buku yang bertajuk Pesta Buku Nusantara ini dihadiri sebanyak lebih dari 100 penerbit baik itu dari penerbit lokal maupun penerbit nasional, dan ini merupakan bentuk perhatian yang sangat luar biasa dari  mereka (para penerbit nasional) yang mau hadir, karena mereka menganggap bahwa minat baca orang Kalbar itu tinggi sekali, ujar salah seorang penerbit nasional.

Menurut Bang Rizal Hamka, salah seorang penggiat literasi, dan distrubutor buku terbesar di Kalbar mengatakan bahwa dalam pembukaan kemaren diperkirakan sekitar 1000 buku telah laku terjual, dan diperkirakan lebih dari 4000 pengunjung hadir dalam KBF di hari pertama tersebut.

KBF 2017 akan dilangsungkan selama tujuh hari dari tanggal 1 s/d 7 November 2017. Menurut Event Organizer dari acara tersebut Beny Sulastiyo atau biasa dipanggil Bung Ben, penggagas dan juga merupakan tokoh literasi Kalbar mengatakan bahwa acara KBF ini adalah kali keduanya di laksanakan, dimana pada tahun 2016 lalu, lebih dari  20.000 pengunjung hadir, dan  hanya 20 penerbit  nasional yang memamerkan buku namun hampir seluruh buku yang dipamerkan habis terjual.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Gojeksila

Pada tahun ini menurut Bungben rencananya akan ditarget sebanyak 40.000 pengunjung yang akan hadir, karena melihat minat dan antusias para pembaca dan peminat buku di Kalbar. Dan KBF tahun ini sifatnya lebih ke edukasi,  para pengunjung akan diedukasi bagaimana bisa menjadi penulis,  menurut Bungben minat baca sudah bagus di Kalbar tinggal sekarang bagaimana kita menumbuhkan minat menulis kepada masyarakat. Karena semangat menulis ini sudah tumbuh sejak jutaan tahun di Nusantara ini, sayang jika kita tidak merefleksikannya dalam keseharian kita, karena masyarakat Indonesia ini sudah memiliki dasar dari leluhur, ujar Bungben

Even KBF ini juga dikemas beda dengan tahun sebelumnya dimana tidak hanya pameran buku ,tapi panitia juga mengabungkan beberapa even seperti workshop literasi yang akan menghadirkan pembicara dan para penulis nasional, launching dan bedah buku para penulis lokal, kemudian yang tidak kalah menariknya lagi adalah Konser Buku (serbuk).

Serbuk ini  akan menjadi acara yang menarik dan unik, mungkin belum ada yang melakukannya di Indonesia, dimana para pemusik pada pertengahan konsernya akan  melakukan bedah syair bersama para audiensnya, kemudian para pemusik, penyair dan penulis akan saling berkolaborasi dalam mengendorse karya–karya mereka.

Jadi siapa bilang minat baca orang Pontianak rendah? Tentu masyarakat Pontianak sendirilah yang mampu menjawabnya.(NDY, 02/11/2017)

endy

Endy Z. Tobing Smiling, pengasih, murah hati, penyayang dan only percaya hanya kepada 1 Tuhan??? Pernah lama tinggal di negeri antah berantah Pakistan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: