Sembilan Belas

Ada yang terungkap dalam kesendirian
diri yang ikhlas
diri yang rela
tersia-siakan dan terbuang.
Ah, tangis hanya ciri kecengengan
aku terlalu angkuh untuk itu
namun
sedih yang memenuhi udaraku
tak dapat kulumat dalam ria
sebab tak layaklah
bergembira dalam nestapa
Aku rela, bila terlupakan
tak ada hakku, memaksa
orang-orang mengenangku
aku bukan apa pun jua
aku hanya aku yang sombong
ah, biar hanya aku mengucap salam
pada diri.
Hingga lampu 20 watt ini kupadamkan
atau nyala 19 batang korek api kuhembus

:Selamat ulang tahun, sobat

15/01/1992

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Langgam Maaf

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: