SAJAK RINDU -mestinya ditulis kemarin-

deru angin, meniupkan selaksa rindu
dan bintang-bintang menghiasi hati dengan kerlipnya
lambat waktu berjalan seolah malas menjumpai pertemuan kita
ah, mestinya aku terbang kepadamu juwita

kusuma hatiku, yang berhiaskan kerudung cinta
aku merintih sepi di sini sementara bayangmu hanya diwakili selembar foto
kecut rasa jiwa menghadapi kenyataan bahwa kita belum dapat bersua
adalah tanggung jawab yang menghalangi semua

rindu ini begitu tebal
hingga otak kadang tertutupi olehnya
rindu ini begitu bebal
hingga otak tak mampu lagi berlogika

namun rindu pula yang membuat aku sanggup
menghabiskan malam tanpa tidur
rindu pula yang bisa memaksa
aku mau menjalani hidup penuh siksa

dan rindu ini terkumpul menjadi danau yang tenang
hangat airnya…
suatu saat, akan aku ajak engkau berenang di dalamnya…
sudikah dikau, juwita?

Mungkin tulisan ini juga menarik...  SAJAK GUNDAH

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: