SAJAK PUTUS BUAT LUNA

maka aku kembali bertanya
jujurkah yang kauucapkan?
karena entah mengapa, rasa itu kian memuai
luluh lantak dihantam prasangka

terlalu banyak kemungkinan meracuni otak
sementara jawaban pasti tak juga tiba
lalu benakku capek
mengukur-ukur kadar cinta
(sana!!! pergi sana!!!)

jadi pabila kau akan kembali
kurasa pintu itu telah tertutup rapat
karena hadirmu tak lagi di harap
di hariku di hadapku di mataku
:bahkan pula di mimpiku!!!

ya, inilah sajak putus
karena segalanya menjadi jelas bagiku
sana!!! pergi sana!!!
kelupas namaku dari hatimu
juga bakar semua kenangan kita
juga kubur semua getir manis yang telah tercipta

aduh, semestinya kita mampu bersama
-namun kenapa niat itu tak terlaksana-

Mungkin tulisan ini juga menarik...  PULANG

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: