RESAH HATI SEORANG LELAKI

malam menjadi kawan yang setia mendengar keluh kesahku
sebab malam adalah pendengar tanpa pamrih
malam pula yang akan memberikan banyak cara dan kesempatan
untuk menjalani semua tanpa rencana

berdiri di sini, langkah sudah tak tentu arah
berhenti dari perjalanan menatap gamang tapal batas keakuan
lalu terkapar,
menahan tangis di lantai usang

cinta menari-nari, nyaris jadi ejekan pada nurani
masa lalu adalah kepahitan yang harus ditelan
semua yang dilakukan saat ini hanya kedok
sebab cinta sudah tidak lagi bertahta di hatinya

resahku memuncak
apa segalanya harus kulepas saja
biar dosa akan menjadi dosa seutuhnya
biar beban akan menjadi beban sebenarnya

masihkah ada asa buat terus bersama?
sementara kurasa tamanku telah porak poranda
dihempaskan topan prahara dari seberang
yang membuat aku sadar akan kenyataan dan realita

sudahlah, sudah. aku hadapi saja segala resikonya!

Mungkin tulisan ini juga menarik...  PADAMU AKU MENGADU

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: