Refleksi… Bangga Jadi Orang Indonesia

REFLEKSI ….BANGGA JADI ORANG INDONESIA

Tidak menyangka jika Refleksi di Tanah Peradaban (RdTP) ini menjadi sebuah buku yang begitu luar biasa, saya hanya mengira ini adalah sebuah tulisan – tulisan biasa yang hanya mengajak orang untuk  berpikir  dalam memaknai peradaban.

Buku yang unik, tarikannya mampu mengajak kita seperti kembali ke masa 1600 tahun, kesadaran kita terasa hanyut dalam memaknai pola – pola peradaban jaman jauh sebelum kita lahir. Dan ternyata rasa yang didapat sungguh menakjubkan, peradaban itu selalu berputar dan banyak hal-hal yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk kita hari ini berprilaku dalam segala hal.

“Sekitar 700 ribu tahun para arkeolog percaya bahwa fosil itu berasal dari manusia Indonesia yang berimigrasi ke eropa

Kalau saya lebih percaya dengan  penemuan di Jerman itu. Bahwa memang benar, dari tanah nusantara inilah manusia di dunia berasal.

Buktinya hingga saat ini tercatat ada 450 ribu tenaga kerja asal Indonesia bekerja di Luarnegeri. Baik di Asia, Jazirah Arab, hingga ke Eropa. Dan perlu diketahui bahwa setengah dari mereka (TKI)  adalah berasal dari Jawa timur, kawasan dimana fosil manusia purba paling banyak ditemukan.

Sementara taka ada orang Israel atau Maroko yang mencari penghidupan di Jawa timur. (RdTP, Beni Sulastiyo). “

Nah menarik bukan, sebuah fakta dan fenomena sejarah yang harus kita akui..dan masih banyak lagi sisi – sisi perdaban yang mampu membuka mata , telinga kita bahwa peradaban Indonesia (Nusantara) merupakan salah satu peradaban besar di Dunia.

Refleksitifitas dari buku ini mampu membuat sebuah fakta sejarah baru untuk para generasi milenial yang saat ini hampir tidak memahami apa peradaban Indonesia, tolak ukur mereka hanya lebih ke peradaban millennium yang tidak punya nilai akar budaya. Indonesia memiliki sense of culture yang sangat luar biasa dan generasi masyarakat western saja saat ini lebih banyak memperlajari pola – pola budaya timur Indonesia, tentunya meraka paham akan peradaban luar biasa yang dimiliki Indonesia.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Joget Gaya Petarung AFC Di Konser Musik Hardcore

Rasa  dalam memaknai hidup mereka yang sudah mulai surut. Mereka jenuh dengan kebebasan yang tidak berafiliasi dengan akar budaya. Dampak kejenuhan mulai mereka rasakan, dimana masyarakat barat saat ini sangat kesulitan mencari SDM karena keterbatasan populasi ,pasutri tidak memiliki rasa harmonis dalam berumah tangga karena dampak dari pengaruh sexs bebas, banyaknya wanita yang tidak married karena diasikkan dengan kewanitaan karirnya hingga mereka tidak  mampu menghasilkan keturunan dan Makna dalam memanusiakan manusia sudah mulai pudar .

Di satu sisi sebuah peradaban barat mulai belajar high culturenya Indonesia, tapi di Indonesia sendiri genrasinya masih terpola dengan system westernisasi. Milienial yang beradab menurut saya sudah saatnya untuk kembali belajar peradaban Indonesia. Buku inilah yang menurut saya akan mampu membangun dan merubah cara pandang generasi muda dari milienial sampai ke generasi Z untuk bertindak dan berpikir.

Beny Sulastio atau biasa dipanggil Bungben (Author), adalah seseorang yang memiliki perawakan menarik, Agamais, penyayang, orator ulung, tipikal yang sungguh – sungguh dan focus dalam segala hal. Saya adalah saksi sejarah dalam pembuatan buku ini. Bungben dalam menulis buku ini hampir setengah pulau Jawa yang telah ia kunjungi khususnya di tempat – tempat yang memiliki situs sejarah peradaban, seperti Trinil, candi –candi, sangiran, serta makam-makam wali songo.

Waktu itu kita sama –sama berada di Mantingan dalam kegiatan membawa putri-putri kita untuk mengikuti ujian masuk Pesantren Gontor. Selama disana Bungben ini orangnya tidak pernah diam ditempat, setiap hari dia selalu jalan dan kembali membawa cerita, kemudian  malam harinya menulis, dan sayalah tempat dia menceritakan segala apa yang baru dia kunjungi, dan apa yang diceritakannya sangat menarik sekali karena kita diajak kembali berpikir ke zaman peradaban ribuan bahkan jutaan tahun lalu.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Subuh

Suatu kali saya pernah melontarkan pertanyaan kecil, ada misi apa bungben melakukan ini semua ? jawabanya sangat simple sekali, Ia hanya ingin mencari dan berusaha menemukan rasa dalam setiap situs peradaban agar kesadaran itu muncul bahwa Indonesia ini bukan negara yang hanya lahir dari sebuah pergerakan kemerdekaan, Tapi Indonesia ini adalah  negara yang memiliki peradaban tinggi dan mungkin tidak banyak benua dimuka bumi bisa sama dengan Indonesia. Pola pemikiran begitu luar biasa  dimana sudah barangtentu sedikit orang yang melakukannya di Indonesia.

Dari apa yang dilakukannya, wajar menurut saya bahwa buku ini menjadi buku yang menarik untuk dibaca, sangat mengedukasi , dan membaca buku ini seperti yang saya katakan diawal bisa membawa kita hanyut seperti kembali kejaman 1600 tahun, karena kekuatan rasa yang dimiliki dari buku ini mampu menumbuhkan kesadaran kita akan pentingnya sebuah peradaban dan Indonesia memiliki itu semua…I Love Indonesia dan Sukses slalu buat Bungben.. (NDY, 30/10/2017)

endy

Endy Z. Tobing Smiling, pengasih, murah hati, penyayang dan only percaya hanya kepada 1 Tuhan??? Pernah lama tinggal di negeri antah berantah Pakistan

3 tanggapan untuk “Refleksi… Bangga Jadi Orang Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: