R

-tentang segala bohong-

Bila kau tempuh jalanku
kuyakin kau bakal tersesat, walau
kau tatih jejak langkahku.
Aku tahu tak akan sempat kau kejar
setiap hari yang kulewati,
dan aku bangga karena itu.
Lautku menyanyi-nyanyi, gembira sebab pecintanya datang
arungi dirinya.
Gunungku padam murka, tenang sebab tapak kakiku
merambah punggungnya.
Langitku biru bersih, haru sebab kepak sayapku
menembus rengkuhnya.
Aku cinta kau, seperti cinta laut, gunung, langitku.
Tapi ku tak harap kau cari diriku,
pribadi terbuang yang setia cumbui laut, gunung, langit.
Dan merayapi tembok keangkuhan. Perlahan.

:Di puncak, aku berteriak, memekik:
Laut, gunung, langit. Dan kau!
Ini aku, akulah tugu kesombongan.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Menanti Embun

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: