Penulis dan Seniman Adalah Jiwa Literasi

Acara puncak konser buku (Serbuk) 2017, ditutup dengan penampilan menawan dari Coffternoon, yang mampu menyihir panggung pada malam itu menjadi tontonan konser yang spektakuler.

Coffternoon memiliki talenta begitu luar biasa, lagu–lagunya begitu easy listening, dan para kaum Adam  Hawa mampu melafalkan lirik–lirik lagu mereka pada pertunjukan luar biasa tersebut.  Itu merupakan prestasi bagi band ini, karena tidak gampang dalam berkarya di dunia musik, pesan dan lagunya bisa cepat masuk dan dimengerti oleh fans mereka.

Coffternoon group band lokal Pontianak, mampu mengkombinasikan antara lirik dan musiknya menjadi mewah, bermain pada lingkup pop jazz, bossanova, dan walt sehingga materi musik mereka kaya dan dinamis enak untuk ditonton.

Dalam konsernya Wing, sang vokalis, juga cerdas membawa suasana pada malam itu, sapaan hangat , akrab dan romantis, serta bedah lirik lagu mereka mampu membuat para pecinta musiknya aktif dalam berinteraksi.

Itulah kekuatan dari konser buku, yang bisa membuat nuansa beda dari konser–konser pada umumnya.  Kalbar Book Fair 2017 dan Konser Buku yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Wilayah Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Swadesi Managemen dalam kegiatan yang bertajuk Pesta Buku Nusantara mampu mengantarkan wacana dan pesan baru secara nasional.

Beni Sulastiyo atau biasa disapa dengan Bungben adalah ketua seluruh pelaksana kegiatan ini, pemantik yang mampu melahirkan sebuah gagasan cerdas, dimana ia dan timnya mencoba menggabungkan buku dan musik dengan harapan  melahirkan pola berliterasi baru yang nantinya kedepan dapat dijadikan kekuatan dalam mengembangkan industri musik dan seniman kreatif untuk dapat terus tumbuh dan berkembang.

Tidak hanya musik, pada acara Book Fair tersebut juga mengajak seniman–seniman lain seperti penulis fiksi, komika, penyair, perupa, sampai ke arsitek  turut andil berkolaborasi dalam mengembangkan dunia litereasi di Kalimantan Barat, dan ini adalah satu bentuk kekuatan baru yang harus bisa dijadikan trade mark untuk meningkatkan tingkat literasi di provinsi ini bahkan di Indonesia.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Coffternoon... Fresh, Sedap, dan Cerdas

Literasi adalah jiwa, jiwa yang memiliki kekuatan dalam membangun sebuah konten untuk bisa memberikan pemahaman masyarakat akan segala hal. Literasi mampu meningkatkan kecerdasan, kebahagian dan kemakmuran suatu bangsa. Dan dalam sebuah riset  indeks kebahagiaan terbukti negara yang  tingkat membacanya  tinggi sudah bisa dipastikan negara itu memiliki penduduk yang bahagia.

Dengan  suksesnya kegiatan Kalbar Book Fair dan Konser buku yang bisa  mendatangkan pengunjung lebih dari 30.000 orang selama tujuh hari, menandakan bahwa minat baca masyarakat itu ada, indikatornya hanya daya beli masyarakat yang tidak mampu menjangkau mahalnya harga –harga buku di Indonesia. Untuk itu bentuk – bentuk kapitalisme ekonomi khususnya dalam industri buku sudah harus dihilangkan, Pemerintah selaku pengambil kebijakan agar lebih peka lagi dalam mengkontrol perkembangan industry buku, karena buku sebagai pintu literasi adalah kekuatan dari sebuah peradaban.

“Orang yang rajin menulis sudah pasti rajin membaca karena ia tidak akan membiarkan otaknya kosong – Dr. Yusriadi, Ma “

Kegiatan Kalbar Book Fair bisa dijadikan role model dalam pengembangan literasi Indonesia. Diharapkan daerah –daerah lain di Indonesia  dapat mengambil contoh kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi kepedulian kepada masyarakat  untuk terus  cinta terhadap buku, serta menjadikan membaca  dan menulis sebagai suatu kebutuhan. (NDY, 9/11/2017)

endy

Endy Z. Tobing Smiling, pengasih, murah hati, penyayang dan only percaya hanya kepada 1 Tuhan??? Pernah lama tinggal di negeri antah berantah Pakistan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: