Penerbit Nasional Takjub Dengan Minat Baca Orang Kalbar

Oleh : Beny Sulastio

Barusan dapat informasi dari kawan-kawan pantia penyelenggara Kalbar Book Fair 2017 bahwa KBF yang kedua ini akan diikuti oleh 100-an penerbit. Sekitar 80% diantaranya adalah penerbit nasional. Jumlah peserta tahun ini meningkat 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Saya coba mencari tahu alasan penerbit nasional begitu antusias mengikuti pameran buku yang akan dilangsungkan di Rumah Radakng tanggal 1 – 7 November ini. Menurut informasi bang Rizal Hamka, salah seorang peserta pameran buku tahun yang lalu, para penerbit nasional itu sangat antusias karena mereka takjub dengan tingginya minat baca masyarakat Kalimantan Barat.

Menurut para penerbit itu, pada pelaksanaan KBF 2016, tahun yang lalu, rata-rata para penerbit dapat menghabiskan sekitar 80% dari buku yang dijual. Jumlah buku yang terjual selama pameran diperkirakan antara 15.000 hingga 18.000 eksamplar. Menurut mereka, kumlah penjualan dengan angka yang fantastis itu tak ada yang bisa menandingi di seluruh Indonesia. Kecuali yang oleh masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya.

Karena antusias, menurut Panitia Penyelenggara, para penerbit itu kemungkinan akan mengirimkan sekitar 100.000 buku dalam KBF 2017 kali ini. Sebagian akan dilego dengan harga hanya Rp 5.000. Tampaknya mereka sangat yakin dengan hebatnya minat baca masyarakat Kalimantan Barat.

100 ribu buku? Waoooww! Kayaknye akan jadi Pesta buku nusantara benar-benar ni….

Ayo share berita bahagia ini!

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Manjakani… Musik Lokal Rasa Internasional

bungben

Beni Sulastiyo. Setelah menamatkan kuliah di Yogyakarta, pria yang akrab disapa BungBen ini kembali ke kota kelahirannya, Pontianak. Sebagai seorang penulis, ia terbilang cukup sangat produktif, telah menghasilkan 4 buku. Ia juga tidak pelit ilmu, bahkan sangat senang berbagi. Ia sangat aktif mengisi aneka seminar, diskusi dan pelatihan dalam berbagai bidang, baik dalam bidang keagamaan, filsafat, ekonomi, pemasaran, bisnis, kepariwisataan, industri kreatif, tulis menulis, pendidikan hingga kepemudaan. Dalam bidang teknologi informasi, ia ikut mengembankan sistem informasi berbasis teknologi internet. Ia sudah mendesain puluhan web serta sangat memahami seluk beluk dunia media sosial. Ia bercita-cita menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Digital pertama di Indonesia yang dapat menyediakan jaringan internet gratis bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: