PADA HATIMU

aku mengadu kali ini kepada dirimu
tentang cinta yang mulai samar dan semu
apakah kita memang mesti menyakiti,
untuk merasakan saling dicintai?

lelahkah menghadapi segala tindakku?
sehingga hati kadang seolah jadi beku
mungkin aku terlalu memaksakan keberuntungan
sementara yang kita punya hanya harapan

cinta, cinta, cinta dan cinta
kuatkanlah aku berpikir nyata
cinta, cinta, cinta dan cinta
kuatkah aku tanpa itu semua?

pada hatimu aku meminta, cinta

ajarilah aku menerima bimbang
karena itu membuatku tenang
bantu aku menguburkan angkuh
karena itu hal yang paling aku tak butuh

pada hatimu aku menghiba, cinta
terimalah aku apa adanya.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  PELANGI

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: