Organisasi-Organisasi Harus Mampu Memberikan Pendidikan Kepada Masyarakat

Catatan : Angga Ariska
————————————————————–
Mendekatnya resepsi hajatan demokrasi di Kalimantan Barat organisasi-organisasi masyarakat, OKP hingga organisasi yang mengatasnamakan identitas tertentu mendadak menunjukan taringnya. Tak mengerti apa penyebab munculnya gerakan-gerakan baru ini, apakah untuk mengangkat tujuan-tujuan moral kepada masyarakat atau agar dapat merayakan resepsi akbar yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 nanti?

Kepekaan pemimpin-pemimpin organisasi kemasyarakatan maupun kepemudaan dalam menyikapi pesta demokrasi yang akan di laksanakan tahun depan sangatlah dibutuhkan. Karena saat ini para aktor politik dianggap tidak lagi menjalankan praktiknya dengan sehat bahkan praktik politik yang di terapkan sangat merendahkan harga diri masyarakat.

Diskusi kecil kami dengan beberapa tokoh intelektual di Sungai Raya menegaskan bahwa nilai dan prinsip gerakan politik yang dilakukan harus dapat memberikan pendidikan politik bagi masyarakat hingga menjangkau ke semua sektor sosial kemasyarakatan paling bawah sekalipun.

Perlunya pendidikan politik bagi masyarakat berguna memfilter dan mampu mengkrucutkan calon – calon kepala daerah dengan baik, bukan hanya itu, hal ini juga dapat membangun kesadaran kritis bagi organisasi-organisasi tingkat desa untuk mengawal berlangsungnya praktik politik di daerah mereka dengan baik.

Di tambah lagi Para partai politik dalam Penyelenggaraan pemilihan umum saat ini dianggap kurang sekali melakukan edukasi politik kepada masyarakat. Baik itu mengenai standarisasi pemimpin hingga memproduksi gagasan pembangunan dan kesejahteraan umum. sehingga tak heran banyak sekali masyarakat yang tak apatis terhadap keberlangsungan pemilu ini dan memanfaatkan pemilu hanya untuk mendapatkan keuntungan sesaat saja bahkan tidak memilih (Golput) merupakan jalan yang paling baik menurut mereka. Karena kejenuhan setiap kali yang terpilih selalu tak sesuai dengan harapan masyarakat.

Berangkat dari opini diatasi, perlulah kiranya organisasi – organisasi sosial kemasyarakatan duduk satu meja merembukkan arah politik yang akan di laksanakan nanti, apakah kondisi ini harus tetap di jalankan sehingga kebobrokan moral dan maraknya Korupsi di segala sektor pemerintahan atau memilih bertindak dengan memberikan edukasi politik kepada masyarakat.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Munculnya Ajian Baru Di Kerajaan Seberang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: