Nikah itu Ibadah

restu nikah
Restu & Annebel Semarang, 7 Februari 2016

Congrats Wak Tua…

Catatan kali ini sebagai kekaguman kepada Restu aka Wak Tua, yang tadi pagi telah melangsungkan pernikahan dengan Annebel

Kenapa aku kagum? Karena saat ini dialah yang memegang rekor pernikahan termuda dari lelaki clan Sood generasi kedua…

Hebat…

Terlahir tahun 1992, artinya usianya baru berkisar 23-24 tahun saat ini… Terlepas dari keputusan ini dibuatnya untuk ‘menyelamatkan’ LDR (suami istri) jika mereka tidak segera menikah…

Pasangan ini pintar-pintar… Terbukti dengan bisa kuliah di tempat yang secara persaingan sulit untuk ditembus… Keduanya lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik… Bahkan prestasi yang cewek sangat baik…

Semestinya mereka di’kembali’kan ke daerah masing-masing… Nah, untuk dapat ‘menarik’ Annebel agar tidak berjauhan, maka si Wak Tua ini mengajukan pernikahan segera…

Apapun alasannya, keputusan mereka sangat baik…

Wak Tua, ada yang penasaran kenapa dia dipanggil Wak Tua?

Kisahnya adalah julukan dari anakku Tasha kepadanya… Sekaligus melestarikan kebiasaan Bugis yang di dalam darah Restu ini mengalir kental karena kedua orang tuanya… Selain Restu yang dipanggil Wak Tua masih ada lagi satu gelar dia berikan ke orang lain yaitu panggilan Tok Tam yang masih melekat sampai sekarang kepada Amir, sepupu emakku… Kebiasaan ini mungkin menurun dari aku karena aku juga sukses mengganti nama panggilan orang yaitu Om Budbud dan Tok Anggut…

Bicara soal Restu, yang aku kenal, pria ini termasuk orang yang tidak terlalu peduli sama urusan orang… Dunianya ya dunianya… Prestasinya cukup membanggakan keluarga besar Sood… Dari Madrasah sudah tampak cerdas, sekolahnya juga di SMP dan SMA favorit… SMP 3 dan SMA 1 Pontianak… Bisa dibilang jadi panutan sepupu dan ponakannya… Tasha saat ini juga jalur pendidikannya sama… Padahal kalau menurut cerita Pak Man, Sood (begitu teman-teman sekolah dan kuliahnya memanggilnya) ini bukan tipe anak yang suka belajar… Tapi mungkin daya ingatnya dikaruniakan yang super baik oleh sang pencipta…

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Bom Sarinah

Saking Restu ini ‘tidak pedulian’ ada kisah menarik menjelang pernikahannya… Ketika orang tuanya melamar ke orang tua Annebel di Semarang, terkuaklah sebuah cerita bahwa di luar kelaziman dimana kedua keluarga akan sepakat mengenai hari dan tanggal pernikahan, Restu dan Annebel malah sudah menentukannya berdua saja… Bahkan sudah memanjar gedung dan lain-lainnya tanpa sepengetahuan keluarga… Luar biasa… Tinggal ayah ibunya mengurut kening… Hehehe…

Tapi niat baik pasti dibantu oleh Yang Maha Kuasa… Walaupun waktunya mepet, semua berjalan lancar… Alhamdulillah…

Intinya, memang sebaiknya segera menikah… Gak usah menunggu mapan, tapi bangun kemapanan berdua… Gak usah maksain apa-apa, nikmatin dan syukurin semua karunia…

Sebab banyak di antara kita yang sepertinya takut untuk menikah muda… Belum siaplah… Belum mampulah… Masih ragulah… Padahal sudah punya pacar sekian lama… Lain cerita kalau memang belum ada calonnya…

Banyak banget yang seperti ini…

Nikah itu ibadah, mestinya kita gak usah takut melakukannya… ALLAH SWT menjamin rejeki masing-masing orang… Hadist Nabi Muhammad SAW juga mengatakan bahwa nikah itu adalah sunnahnya… So, mengapa ditunda?

Lelaki yang menikah muda itu berarti lelaki berani… Berani menanggung tanggung jawab dan serius dalam berhubungan dengan anak gadis orang…

Pacaran juga gak usah lama-lama… Selesai kuliah, punya kerja tetap, maka mantapkan niat hati untuk menikah… Gak usah nunggu punya jabatan… Gak usah menunggu harta berlimpah… Rejeki itu sudah digariskan…

Menikah itu nikmat lho… Menikah itu menyenangkan… Kita bisa punya teman yang mendengarkan semua keluh kesah kita… Bisa saling bantu dan support… Memang ada yang bilang gini, lebih enak pacaran ketimbang menikah… Kalau menikah pasti akan ada friksi yang lebih terasa… Makin tahu belang yang selama ini disembunyikan… Tidur ngorok misalnya… Tapi kalau cinta itu bukan masalah… Mau tahu rahasia agar pernikahan itu bisa sama indah dengan masa pacaran? Bahkan malah bisa lebih indah… Rahasianya simple: TETAPLAH BERPACARAN DENGAN PASANGAN KITA SETELAH PERNIKAHAN… Dijamin indah dunia akhirat…

Mungkin tulisan ini juga menarik...  ´╗┐´╗┐KANTONG KRESEK BERBAYAR? (sekedar sharing entah siapa penulisnya)

Masalah rumah tangga itu biasa… Justru kalau gak ada masalah hidup gak tertempa… Tapi biasakan selesaikan masalah sebelum tidur… Jangan sama-sama egois… Minta maaf duluan malah lebih baik…

Jadi inilah catatan kecil kekagumanku sama sepupuku Restu dan istrinya Annebel…

Semoga kalian jadi keluarga samawa… Aamiiin…

 

 

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: