Musik Puck Mude… Cukup Dengan Secangkir Kopi

D’tour Puck Mude di 50 warung kopi Pontianak               

Puck Mude atau Agus Ramdhani , merupakan sosok manusia yang memiliki semangat juang tinggi, tanpa putus asa berusaha untuk terus mengenalkan karyanya kepada publik. Semangat Puck Mude ini wajib dijadikan pelopor bagi generasi muda untuk terus aktif menghasilkan karya.

Sejak tahun 2007 sampai dengan sekarang, lebih kurang sepuluh tahun Puck Mude tanpa mengenal kata bosan, fokus dalam dunia musik.  Puck Mude itu tipe apa adanya, tidak dibuat – buat, berkarya sesuai hati dan idealismenya, justeru itu menjadikan kekuatan karakternya dalam bermusik, hingga karya – karya yang dihasilkan sarat dengan konten –konten lokal pontianak dan selalu mengangkat fenomenal sosial dimasyarakat.

“Yang penting usaha jalan jak terus rezeki sudah ade yg atur..ujar Puck Mude dengan logat khas melayu Pontianaknya”.

Melihat aksi panggung Puck Mude dalam program D’tour 50 warung kopinya dan saat ini sudah tour yang ke 29, di Warung Kopi Tasqia berlokasi diJalan Ampera Pontianak. Puck Mude menampilkan delapan lagu yang dibawakan dengan gayanya yang khas, dan musikalitas bermusiknya mampu melakukan interaktif dengan para pengunjung, sehingga membuat para pengunjung hanyut dan terbawa menikmati lantunan musik konsernya saat itu.

Menurut Puck Mude D’tour 50 warung Kopi adalah program tour  50 warung kopi yang ada di Pontianak dan jadwal pelaksanaannya menyesuaikan kesediaan dari para pemilik warung kopi. Misinya sederhana Puck Mude hanya ingin membangun sinergisitas karya musiknya melalui warung kopi ke para penikmat kopi. Dan sangat menguntungkan sekali jika diamati dari nilai bisnis bagi si pemilik warung kopi tersebut. Selain dipadati pengunjung, dalam  setiap tournya Puck Mude tidak minta bayaran sepeserpun, dia hanya minta beberapa cangkir kopi untuk ia beserta tim dan si pemilik warung kopi wajib membeli minimal dua kaos + CD album yang dihargai sebesar seratus ribu rupiah per item. Hebatnya lagi..Puck Mude slalu membawa serta mempromosikan band – band baru Pontianak yang memiliki karya untuk tampil sebagai pembuka konsernya.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Ngopi dengan Puck Mude

Cara bermusik yang patut mendapatkan apresiasi dan dukungan dari semua pihak, karena merupakan barometer baru bagi pelaku didunia musik kreatif. Dimana jika kita lihat fenomena industry musik saat ini, tidak mudah untuk menghasilkan nilai secara ekonomis dari karya – karya para seniman musik. Apalagi dilihat pada kemajuan tekhnologi, mungkin bisa dikatakan  tidak ada lagi orang yang membeli CD, bajak membajak mudah untuk dilakukan dan kita tinggal mendownload dengan gampang dari dunia yang namanya Internet.

Dan Puck Mude salah satu musisi yang mampu menjawab itu semua, walaupun tidak besar nilainya, tapi mampu membuatnya untuk bertahan dan bisa terus berkarya. Cara D’tour warung kopi Puck Mude  adalah salah satu cara – cara kreatif. Untuk itu perlu adanya inovasi pemikiran baru agar industry musik ini terus mengalami kemajuan.

Bagi generasi – generasi milenia yang berkecimpung didunia kreatif, sudah saatnya menjadikan Puck Mude sebagai icon untuk memotivasi mereka dalam meng-create ide –ide kreatif yang lebih fresh lagi dalam berkarya.

Ingat kopi ..pikiran kita akan dibawa ke Leanna Rachel penyanyi asal Amerika, populer diIndonesia dengan judul lagu “Coffee” dan dianggap sebagai icon wajib  bagi barista –barista warung kopi dipelosok manapun, hampir jika mengunjungi “coffee shop” pasti lantunan dan video klipnya slalu mewarnai dan menemani pengunjung dalam menikmati kopi. Lagunya juga menjadi salah satu soundtract film nasional “Filosopi Kopi” dan telah  menjadi trend tontotan anak –anak muda saat ini.

Apa beda Leanna Rachel dan Puck Mude, keduanya sama sama terkenal di warung kopi he..he..he..bedanya Leanna warung kopi yang mendunia sedang Puck Mude warung kopi hanya dilingkup kota Pontianak.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  10 Wasiat Sultan Agung Kepada Generasi Penerus

Semoga Puck Mude juga bisa seperti Leanna Rachel dan tim Museum Rekor Indonesia (MURI)  peka untuk memasukkan Puck Mude sebagai tokoh unik di Indonesia dengan kemampuan berinovasi kreatif dalam mempertahankan karya –karya musiknya  agar tetap dikenal dan dinikmati.

Menghargai hasil – hasil kreatif pemusik seperti Puck Mude, adalah dengan cara membeli karya – karyanya serta menyempati hadir dikonser –konser mereka, dan itu merupakan salah satu bagian dari proses untuk memajukan Industri kreatif diIndonesia.

Sinergisitas yang Puck Mude maksudkan dapat ditangkap bahwa ia juga mengajak untuk sama – sama bergerak maju dalam membangun dan memajukan bangsa. Dengan dorongan semangat dan percaya diri, diharapkan generasi muda untuk dapat saling bersinergi tidak hanya dengan memperkaya diri masing-masing, tapi harus peduli dan  bersama dalam memajukan Industry musik dan industry – industri kreatif lainnya dibumi pertiwi Indonesia. (NDY, 27/10/2017)

Lokasi Konser ke 29 : Warkop Tasqia, Jl. Ampera , Pontianak

#muri

#ilovepontianak

#puckmude

#musikindonesia

Judul Lagu : Jangan Macam ye..ye

https://www.youtube.com/watch?v=PDf-uWHG-H

endy

Endy Z. Tobing Smiling, pengasih, murah hati, penyayang dan only percaya hanya kepada 1 Tuhan??? Pernah lama tinggal di negeri antah berantah Pakistan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: