Mengintip Sisi Lain Para Ba’alawi Muda Indonesia

Vivi Al Hinduan, salah seorang pendiri sekaligus mentor Kelas Menulis Enggang Khatulistiwa, meluncurkan buku berjudul The Other Side of Ba Alawi dalam acara peluncuran buku bersama 12 penulis Kalbar, bertempat di aula lantai dua Rumah Radank, Pontianak, pada Senin (6/11/2017) sore.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang isi buku, ba’alawi merupakan tulisan dalam bahasa Indonesia (bahasa Inggrisnya Ba Alwi) yang merupakan gelar yang diberi kepada mereka yang bersusur-galur daripada Alawi bin Ubaidullah bin Ahmad bin Isa Al-Muhajir Ahmad bin Isa Al-Muhajir telah meninggalkan Basrah di Iraq bersama keluarga dan pengikut-pengikutnya pada tahun 317H/929M untuk berhijrah ke Hadramaut di Yaman Selatan.

Cucu Ahmad bin Isa yang bernama Alawi, merupakan orang pertama yang dilahirkan di Hadramaut. Oleh itu anak-cucu Alawi digelar Ba ‘Alawi, yang bermakna Keturunan Alawi. Panggilan Ba’Alawi juga ialah bertujuan memisahkan kumpulan keluarga ini daripada cabang-cabang keluarga yang lain yang berketurunan daripada Nabi Muhammad s.a.w. Ba ‘Alawi juga dikenali dengan kata-nama Sayyid/ Syarif/ Syarifah.

Keluarga yang bermula di Hadhramaut ini, telah berkembang dan membiak, dan pada hari ini ramai di antara mereka menetap disegenap pelusuk Nusantara, India dan Afrika.

Dalam buku The Other Side of Ba Alwi ini, Vivi Al Hinduan mencoba mengintip sisi lain dari 9 tokoh utama yang ia wawancarai ini.

“Selama ini, masyarakat awam di Indonesia kebanyakan hanya tahu kalau para ba’alawi itu umumnya berprofesi sebagai pedagang, PNS, atau ustaz dan ustazah saja. Padahal, ada juga yang berkarir di industri kreatif tanah air seperti menjadi musisi, pemilik wedding organizer, illustrator buku bacaan anak, pegiat LSM, hingga blogger aktif,” ujar Vivi.

Vivi menyebut, dalam buku keenamnya ini, ia ingin menampilkan sisi lain para ba’ alawi muda tersebut, yang mana salah seorang berasal dari Pontianak yang mengabdi di Kabupaten Kayong Utara.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Kenapa Robo-Robo Di Adakan Di Sungai Raya?

Proses Kreatif The Other Side of Ba Alwi
Vivi mengaku, proses wawancara yang ia lakukan kepada sembilan tokoh di buku tersebut telah lama berlangsung, lebih dari lima tahun.

“Mungkin tahun 2010 atau 2011 saya sudah mulai mewawancarai mereka. Ditambah proses mengedit sekitar satu tahun. Namun, karena kesibukan saya, baru sempat diluncurkan 2017 ini bersama dua buku saya yang lain,” kata perempuan berdarah Arab ini.

Bagi yang ingin mendapatkan buku langka ini, bisa langsung menghubungi Vivi. Buku ini dijual seharga Rp 25.000 per buah.

Vivi Al Hinduan mewakili Kelas Menulis Enggang Khatulistiwa, mengucapkan terima kasih kepada Derwati Press dan Bung Ben yang telah memberi kesempatan kepada Kelas Menulis Enggang Khatulistiwa turut berpartisipasi dalam event nasional Kalbar Book Fair 2017 ini.

 

 

endy

Endy Z. Tobing Smiling, pengasih, murah hati, penyayang dan only percaya hanya kepada 1 Tuhan??? Pernah lama tinggal di negeri antah berantah Pakistan

2 tanggapan untuk “Mengintip Sisi Lain Para Ba’alawi Muda Indonesia

    • 10 November 2017 pada 7:29 am
      Permalink

      Siap bang nanti bisa kita hubungkanlangsung ke penulis nya

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: