Mengenang

Dimana kau, iman? Jiwaku mencari-cari
tak kunjung pula kau tegak berdiri
Apa kau telah kalah? Oleh belaian mesra
dan jerit manja merpati betina.
Atau, kau telah digagahi nafsu
hingga kau lupa bersujud sepanjang waktu
dan kau telah digeluti kerakusan
hingga kau makin tamak, makin congkak
aku tak ingin jiwaku kau kendalikan
aku tak ingin. Kumohon,
kembalilah iman, putih tulus seperti dulu
kekasihmu, jiwaku, memanggil-manggil
di puncak kesadaran.

(parahyangan, 1991)

Mungkin tulisan ini juga menarik... 

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

%d blogger menyukai ini: