Menabrak Tiang Listerik Itu Adalah Aksi Heroik Untuk Membela Wong Cilik

Listrik memang sering membuat ulah. Terlebih di kota-kota besar di luar jawa.

Lagi asik-asik ngedit video, ee lampu padam. Mana hasil editing terkahir belum disave lagi. Kebayangkan mangkelnya kayak apa? Sudah kerja 30 menit, nge cut tiga rekaman video, musik sudah diinsert, sudah dikasih text informasi pula, eee tiba-tiba listrik padam.

Atau lagi asik-asiknya melaksanakan orderan penyelenggaraan event, pada saat event mau dibuka sama owner yang memberi pekerjaan, tiba-tiba listrik tiwas. Mana ganset rusak. Rusak jugalah semua acara dibuatnya.

Yang lebih mangkelin lagi kalau pas dikejar-kerjar deadline. Misalnya emak-emak yang lagi dapat order buat kue. Kuenya mau diantar besok hari. Eh listrik padam dari pagi sampai siang hari. Itu seharian bisa-bisa lakinya emoh pulang kerumah karena akan jadi pelampiasan esmosi istrinya. Hakhak…

Maka sudah tepat langkah SN untuk membela kepentingan wong cilik dengan menabrakan diri tiang listrik. Aksi ini adalah sebuah keberpihakan nyata terhadap kepentingan wong cilik yang sering tak berdaya menghadapi persoalan pemadaman listrik.

“Inikan tahun politik, bro. Harus pandai-pandai mencari trik yang tepat untuk membangun citra demi menggaet simpatik pemilih”.

Terserah mau dibilang apa. Mau dibilangin pencitraan terserah. Mau dibilang lagi mengalihkan issue juga monggo saja. Tapi yang terpenting aksi menabrak tiang listrik itu nyata-nyata adalah wujud dari keberpihakan SN dan partenya kepada wong cilik.

Aksi ini juga adalah aksi yang sangat heroik, bro. Tak banyak orang politik yang mampu membuat aksi yang heroik kayak gitu. Mudah-mudahan di masa yang akan datang,  aksi heroik SN yang menabrakan diri ke tiang listrik ini dapat ditiru oleh segenep kader pohon beringin hingga ke pelosok nusantara. Aksi ini adalah satu-satunya cara untuk menunjukan kepada publik bahwa SN dan partenya berpihak pada kepentingan wong cilik!

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Afif Yang Aktif dan Arif

Selamat menabrak tiang listrik!

Pontianak, Beni Sulastiyo

bungben

Beni Sulastiyo. Setelah menamatkan kuliah di Yogyakarta, pria yang akrab disapa BungBen ini kembali ke kota kelahirannya, Pontianak. Sebagai seorang penulis, ia terbilang cukup sangat produktif, telah menghasilkan 4 buku. Ia juga tidak pelit ilmu, bahkan sangat senang berbagi. Ia sangat aktif mengisi aneka seminar, diskusi dan pelatihan dalam berbagai bidang, baik dalam bidang keagamaan, filsafat, ekonomi, pemasaran, bisnis, kepariwisataan, industri kreatif, tulis menulis, pendidikan hingga kepemudaan. Dalam bidang teknologi informasi, ia ikut mengembankan sistem informasi berbasis teknologi internet. Ia sudah mendesain puluhan web serta sangat memahami seluk beluk dunia media sosial. Ia bercita-cita menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Digital pertama di Indonesia yang dapat menyediakan jaringan internet gratis bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: