Masa Kecil Yang Aku Ingat

Lahir di Pontianak, (tentang kelahiranku nanti di bagian tersendiri) namun masa kecilku dihabiskan di daerah hulu.

Pada usia 40 hari saja aku sudah terbiasa bertualang, menyusuri sungai Kapuas menuju Putussibau, tempat bapakku bertugas sebagai PNS. Beliau pernah jadi camat di Nanga Silat, sebelum akhirnya ditempatkan di kota Putussibau.

Bayangkan ya, perjalanan yang lumayan jauh dan lama. Dari Pontianak menuju Kapuas Hulu. Pakai kapal kayu yang lebih dikenal sebagai motor bandung.

Perjalanan itu sendiri memakan waktu berhari-hari, karena jalannya motor atau kapal bandung/bandong itu sangatlah pelan. Belum lagi singgah ke beberapa tempat/desa/kecamatan yang dilaluinya

kapal-bandong_reference

[ sumber photo : kidnesia ]

Katanya sih sempat mesinnya mogok di malam buta, di tempat yang horor banget. Jadi menurut cerita emakku, kapal bandong yang ditumpangi itu lepas kipas mesinnya, jadi bertambat/bersandar di pinggir sungai. Lalu penghuni wilayah situ menggangguku. Sampai aku yang masih bayi ini step (kejang-kejang). Oleh nahkoda dan uwan (nenekku) aku diobati. Pas paginya baru ketahuan bahwa di pinggir sungainya adalah komplek pemakaman suku Dayak. Aku dan emak demam tinggi. Mau ke dokter atau pengobatan medis, masih jauh dari mana-mana. Perjalananpun dilanjutkan dengan kami dalam keadaan demam. Baru bisa berobat ke dokter setelah tiba di Putussibau.

Uwan tentu saja sangat marah kepada bapak. Karena memaksakan anaknya yang masih kecil alias bayi ini menjalani perjalanan yang cukup jauh dan berbahaya di masa itu.

Ketika aku sudah mulai gede, juga beberapa kali menempuh perjalanan menggunakan kapal ini. Pengalaman yang sekarang langka kita temukan. Pokoknya masa kecilku dulu penuh petualangan. Seingatku kapal ini memiliki kamar-kamar yang dapat dihuni. Juga di belakangnya ada kamar mandi seadanya.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Tentang Bapakku

Dari bayi di sana, terus karena hamil lagi, emak diantar balik ke Pontianak sama bapak. Cerita lebih lengkap kayaknya mesti tanya-tanya dulu sama beliau berdua. Menunggu waktu yang tepat secara saat ini bapakku yang hebat itu sedang mengalami sakit di bagian telinganya. Semoga beliau segera sembuh.

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: