Malas Berhadiahkan Toga

oleh : Tiara Monica Suci

Wanita yang menginjak usia 18 tahun itu sangat malas dan susah sekali untuk meringankan tangannya membantu kedua orangtuanya dalam bekerja.
Entah apa yang membuatnya hingga malas seperti itu.

Ketika ibu menyuruhnya untuk mencuci piring ia berkata “nanti nanti dan nanti” ketika ibu menyuruhnya untuk mencuci pakaiannya sendiri ia mengatakan hal serupa “nanti nanti dan nanti” hingga ibunya sendirila yang mencuci pakaian serta piring tersebut
Ketika ayahnya menyuruh untuk membereskan rumah jawabnya pun tetap “nanti nanti dan nanti” karena dia lebih asik ke gadget. Sehingga orangtuanya lah yang harus membereskan semua pekerjaan rumah yang semestinya dibereskan oleh remaja wanita tersebut.

Apalagi sekarang si ibu yang sudah kepala 4 itu terkena penyakit TBC yang harus mengkonsumsi obat selama 8 bulan dan harus melawan jarum suntikan setiap hari selama 2 bulan.

Si remaja wanita ini sesungguhnya ingin sekali berubah menjadi manusia yang lebih baik, setiap kali ia melakukan hal yang benar selalu saja dianggap salah oleh kedua orangtua nya, karena sudah kecewa orang tuanya dengan tingkah lakunya selama ini yang selalu saja asyik dengan gadgetnya dan tidak pernah meringankan tangannya untuk kedua orang tuanya.

Disamping kemalasan yang ia punya, wanita ini mempunyai impian yang sangat besar untuk dua orang yang sangat berjasa didalam hidupnya selama ini, dia ingin kedua orang tuanya bisa menginjakkan kaki ke Baitullah dan bisa mencium serta melihat langsung yang namanya Kakbah.

Dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya di sisa umurnya. Dia merasa bahwa dia adalah tulung punggung keluarganya walau dia anak kedua.
Dia mempunyai abang, yang berasal dari SLB(sekolah luar biasa) yang mempunyai IQ dibawah rata-rata, ada sedikit kekurangan di mata sebelah kiri abangnya.

Karena IQ dibawah rata-rata itulah yang membuat dia sangat susah sekali untuk bekerja bersama orang lain, asal kerja diberhentikan, dan begitu siklus selanjutnya, disamping kekurangan yang terdapat pada abangnya. Ada kelebihan yang abangnya punya yaitu kelebihan dalam bidang olahraga, bisa dikatakan dengan atletik karena berbagai macam bidang telah diikutsertakan bahkan sudah beberapa kali pergi keluar kota dan mendapatkan juara.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Ulang Tahun & Temu Kangen SMAN 5 Pontianak

Jadi si wanita ini merasa bahwa dialah yang harus membahagiakan kedua orangtuanya dan menyekolahkan kedua adiknya itu.
Karena kalau bukan dia siapa lagi? Abang? Dia tidak mungkin bisa menyekolahkan adiknya, karena abangnya selalu saja sibuk dengan halnya sendiri dan sangat susah sekali untuk di atur.

Jadi dialah yang harus menjaga ketat kedua adiknya tersebut apalagi orang-orang didunia sekarang sudah pada edan, perubahan zaman saat ini memiliki pengaruh negatif yang sangat besar.

Disamping malas yang ia miliki, terdapat sebuah impian yang ia punya. Sungguh mulia sekali hati wanita ini.

Dia sangat kekeh untuk kuliah dan ada beberapa hal yang ia inginkan, ia ingin menjadi psikolog, hakim, jaksa, pengacara bahkan guru. Hehe banyak yaa..
Ia sering curhat dengan ibunya. Ketika ia curhat tentang keinginannya kepada ibunya, ibunya sangat tidak setuju.

“Mak, putri pengen jd psikolog”. “Ye jadilaa” sahut ibunya. Wanita itu berkata “tapi di Pontianak ni.. ndak ad jurusan itu, adenye diluar kota” sambil menggigit jari
Si ibu berkata “kau nak kuliah disanak tinggal same siape? Keluarge tak ade. Kau tu perempuan, kehidupan diluar kota tu seram, bebas” dengar perkataan itu si wanita langsung down dan tidak tau mau menjawab apa. Tapi dia masih ada keinginan lain dan mengatakannya kepada ibunya lagi.

“Klo putri jadi hakim, atau nd jaksa atau nda pengacara, karne putri suke mak klo soal hukum kyk gitu, putri pengen benar mak. klo putri ngambil jurusan itu ade di Pontianak mak, di untan lagi. Boleh ye mak?” sang ibu menjawab ” kau nii tadi nak pegi ke luar kota. Okelah kau disinik, kau tau nd klo orng kerje gituk pasti ade suap menyuap, mamak nd maok sampe kau terjerumus kelubang maksiat mamak nda mau sampe kau makan uang itu, lamak klamaan nd mungkin kau nd tergiur dengan setumpuk uang yg ade di depan mate, apelagi klo kau jd pengacara, orang yg salah pun kau bele benar, halal nd duit yg kau makan kyk gitu?” “tapi mak putri maunye itu, tadi psikolog mamak nda ngizinkan, skrg mamak nda ngizinkn lg. Pdhl itu yg putri mau” sambil menangis ia berkata.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Ngopi dengan Puck Mude

Sang ibu pun mendekatinya sambil memeluk dan berkata “nak, masih banyak hal lain, pekerjaan lain yg lebih baek, yg lebih bagus utk putri. Mamak cuma nda mau sampe putri tu ngape¬≤, mamak mau yg terbaek utk putri, mamak nd mau sampe kehilangan putri. Mamak syg same putri” remaja itupun meneteskan air mata dan berkata “iyelah mak, putri turutkn kate2 mamak putri pun nda mau jadi anak durhake mak”.

Singkat cerita, remaja itupun mengambil keputusan untuk menjadi seorang guru bahasa Indonesia dan Alhamdulillah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya terutama ibu. Ketika ia lulus SMA, dibukalah pendaftaran perkuliahan, ia memilih jalur bidikmisi dan alhmdulillah diterima di Universitas Tanjungpura. Karena semasa ia SMA ia tak pernah keluar dari 10 besar, apalagi semenjak kelas 2 semester 1 ia selalu mendapatkan peringkat 1. Dari situlah ia bertekat kuat untuk mengambil jalur bidikmisi dan ia yakin ia menjadi orang yang sukses dan bisa memberikan kebahagiaan kepada kedua orangtua nya disisa umur mereka.

Akhirnyaa tibalah ia dibangku perkuliahan, hari demi hari bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun ia lewati dibangku perkuliahan itu. Suka dan duka juga telah ia lewati.
Tibalah hari yang dinantinya yang sejak lama ia tunggu-tunggu, yaitu sidang skripsi, keesokan harinya tibalah hari itu dan ia masuk kedalam ruangan untuk melaporkan hasil proses belajarnya selama kurang lebih 3 tahun setengah itu dalam bentuk skripsi, kurang lebih satu jam ia berada didalam ruangan tersebut untuk melakukan sidang skripsi, satu jam telah berlalu dan akhirnya skripsi yang ia susun selama ini membuahkan hasil yang luar biasa ternyata usaha jeripayahnya sendiri selama ini membuahkn hasil yang fantastis luar biasa.

Dengan gembiranya ia pulang dan berteriak kepada kedua orang tuanya “maaaaaakkkkk, paaaaaaakkkk putri lulus sidaaaaaaangggggg, putri bakal wisudaaa putri bakal makai toga putri bakal berangkatkn mamak same bapak ke baitullah” “alhamdulillah naaakk alhamdulillah mamak same bapak bangge same putri” sahut kedua orangtuanya dengan tangis haru.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Benarkah Banyak Isteri Itu Banyak Pahala ?

Dan akhirnyaa tibalah hari kebahagiaan keluarga mereka, hari dimana putri siap memakai baju wisuda serta toga dengan wajah yg elok karena polesan dandanannya itu.
Di ajakla orang tua abang serta adik adiknya itu kedalam gedung podium untan tersebut agar mereka dapat melihat seorang anak, adik, bahkan kakaknya telah sukses melewati pendidikannya tersebut selama bertahun tahun dan mendapat gelar sarjana.

Acara demi acara telah dilewati hingga akhirnya usai. Dan putri pun langsung bergegas menghampiri keluarga kecilnya tersebut dan mengatakan sambil meneteskn air matanya “mak, pak, bang, dek, putri uda dpt gelar sarjana nih, putri bangge rasenye, makasih ya pak mak yg slama ini uda menjage mendidik serta merawat putri hingga putri menjadi manusia yg berguna saat ini, nda taulah dengan care ape putri harus membayar semue jase jase mamak same bapak. Untuk abg, putri mau abg berubah, abg uda gede jangan kyk gitu terus, dan untk adk¬≤ kk, kk maunye kk yg biayakan kalian kuliah nanti, kalian harus jadi orang, kalian harus jd org yg bergune, biarlah kk yg banting tulang asalkan kalian sukses. Because education is number one, balik lagi ke omongan putri yg awal kalo putri sukses putri bakal berangktkn mamak same bapak ke tanah suci mekkah, kalau bise kite smue pergi kesanak utk melaksanakan umroh.” dengar perkataan seperti itu orang tua dan yang lainnya pun juga ikut meneteskan air mata bahagianya.
Sekian lama mereka berbincang dan menangis haru, pergilah mereka ke studio photo untuk mengabadikan moment bahagianya itu.

Tiara Monica Suci

Pelajar Madrasah Aliyaah Al Mustaqim, Kubu Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: