Langgam Maaf

( ‘da Teja )

Sengaja menghindar dari kesalahpahaman
Setelah diri bersalah terlalu sodorkan
Seuntai harapan, menapak hidup
Seret kesendirian.
dek, telahkah tempo kauamati
kauiringi tatihnya. Kau nikmati bukan,
tapi mungkin kau jadi menimbun rasa
padahal teahu seseorang telah berpunya
dek, tiada luhur jawaban pada seduan
:kekeliruan, luka
siapa

Dek, luruskah langit kita
kala bertandang, mengira.
Dek, duhai
ingatkah betapa agungnya kau
seperti teja. Pasti ikhlas memberi
walau hanya satu; maaf.
Kuyakini

16021991, Grassbioda.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Barangkali Telah Kuseka Namamu

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: