Kullu nafsin dzaiqotul maut… Setiap yang bernyawa pasti akan mati…


Seram baca judulnya?

Atau malah biasa-biasa aja?

Hmmm…

Pagi ini baru saja melayat seorang kerabat yang meninggal dunia… Nama almarhumah, Juriah… Terakhir ketemu saat almarhumah dan anak-anaknya menjenguk bapakku yang terbaring sakit…

Senin malam itu, aku ngobrol sama Adi, anaknya… Kagum dengan kondisi almarhumah yang tampak fit walau usianya lebih tua daripada bapakku… Almarhumah ini salah satu kerabat yang sangat baik… Masa kecilku kalau dikunjungi pasti selalu dibawakan kue semprong kesukaanku… Anak-anaknya pun sangat dekat dan akrab… Terutama Bang Fa’i (karena pernah lama bergaul di Sanggau) dan Adi yang sepantaran dan pernah lama juga tinggal di rumah dinas bapak ketika menjadi sekda dan wakil bupati Sambas…

Lantas ketika kamis berikutnya aku ke rumah bapak untuk menjaga beliau, dapat kabar bahwa bibiku ini mengalami kecelakaan… Mobil yang disupiri anaknya menabrak kendaraan yang sedang parkir karena mengantuk… Saat itu pun 2 orang anaknya sedang mengunjungi bapak…

Cukup parah sepertinya cedera yang dialami almarhumah, sempat dirawat dan akhirnya tadi subuh meninggal dunia di kediamannya…

Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak di sisi ALLAH SWT…

Inti dari kisah di atas pada dasarnya adalah kematian bisa datang tanpa kita sadari… Tiba-tiba maupun dengan sebab yang kita bisa prediksikan…

Takutkah akan mati?

Mungkin sebagian orang siap untuk itu… Tapi aku yakin banyak yang tidak siap…

Dan aku tahu, kenapa bapak ngotot minta pulang ke Pontianak… Beliau tidak mau meninggal di tempat lain selain di tanah kelahirannya… Padahal kami mau beliau berjuang demi bisa sembuh…

Alhamdulillah, kalau dari wajahnya yang cerah, aku yakin beliau bahagia bisa berkumpul di sini… Ada anak-anak yang lebih banyak… Ada adik-adiknya yang rajin mengunjungi… Ada kerabat yang sering mendatangi… Ada teman-teman baik (yang sisanya tidak banyak lagi) yang berbagi cerita kembali… Semoga itu semua membuat semangat beliau untuk sembuh ada… Syukurlah, di sini lebih mudah membujuk beliau berobat, dan mau dibawa ke dokter…

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Awan Yudha Setiawan aka Tayeb

Siapkah itu namanya?

Kematian adalah misteri… Ada orang-orang yang sadar kapan dia akan meninggal… Ada… Bahkan kalau menurut cerita dan ceramah yang pernah aku dengar, menjelang dijemput malaikat maut, kita sudah diberi pertanda… Cuma kadang kita tak sadar pertanda itu…

Semenjak bapak di sini saja ada 2 sanak keluarga dan kerabat yang meninggal… Sehari sebelum beliau datang 1 orang…

Sepupu bapak yang rajin datang ke rumah dulu ketika masih sehat, namanya Pak Jafar, meninggal tanggal 29 Januari 2016 sore…

Lalu kemudian salah seorang kerabat bernama H. Usman A Hamid juga meninggal tanggal 2 Februari 2016 pukul 20.40 WIB…

Dan yang barusan Mak Ude Juriah, meninggal pukul 03.44 WIB…

Kematian itu sangat dekat…

Bapak dulu sering ngobrol sama teman-temannya… Kata beliau, manusia jaman sekarang itu patokannya usia nabi Muhammad SAW… Kalau sudah bisa lebih dari 63 tahun, artinya usia akan panjang… Sekedar obrolan dan kelakar… Sebab kembali, yang namanya kematian itu rahasia Ilahi…

Temanku sendiri banyak yang masih muda telah tiada…

Ada yang karena sakit, ada yang karena kecelakaan… Ada juga yang tiba-tiba sudah dapat kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia…

Segala sesuatu soal kematian itu misteri…

Sakit, kecelakaan, atau sianida itu cuma penyebab…

Yang pasti tiap insan sudah teken kontrak sebelum kelahirannya, kapan dia akan meninggalkan dunia yang fana ini…

So, apa kita siap?

Siap?

 

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: