Jangan Kepruki Saya

Kalau orang kampungnya om billgates itu ganasnya kayak orang kampung di Bekasi yang tega membakar tubuh pencuri ampli seharga sejuta, maka kira-kira akan ada 4 juta orang kreatif di Indonessiah yang akan dikejar-kejar sama orang kampungnya om billgates berkoalisi dengan orang kampung kawan-kawannya sesama pembuat software yang lain. Lalu kita dikejarnya sambil diterikin. Dan kalau tertangkap akan dikepruki trus dibakar hidup-hidup. Maaaaak, ngeri membayangkannya.

Syukurnya orang kampung pembuat software itu tak seganas orang-orang di Jakarta sanah. Kalau ganas, habisalah kita. Dan saya pasti akan menjadi salah satu korban yang akan dikepruki itu. Hahaa.

4 juta orang itu saya ambil dari angka 16 juta pekerja kreatif menurut publikasi dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Trus saya berasumsi setengah dari pekerja kreatif itu bisa jadi bekerja menggunakan komputer, lalu setengahnya lagi mungkin menggunakan perangkat lunak non-original.

Nah itu kalau dihitung dari jumlah pekerja kreatif saja. Kalau dihitung dari jumlah masyarakat kelas menengah kita yang sekarang mencapai 40 juta, wah bakal lebih banyak lagi yang akan dikepruki.

Hayyo, makanya mulai sekarang ganti password komputer kita dengan kata “astaghfirullah”. Buat ngurangi dosah. Hahaaa.

Ini saya iseng-iseng bikin kalkulasi berapa nilai software yang saya gunakan. Hasilnya menakjubkan. Nilainya 14 kali dari harga ampli yang dicuri dan pencurinya di bakar di Jakarta itu.

Astaghfirullah. Saya ngaku salah. Saya tahu ini tindakan tidak benar dan tak bisa dibenarkan. Tapi, ya..minimal saya melakukan kesalahan ini dengan sadar. Sesadar-sadarnya. Hakh…agak plong rasanya.

Makanya dari kemarin saya berdo’a, mudah-mudahan ada capres yang punya program kampanye bikin operating system dan software olah kata/ olah gambar yang bisa dipake gratis oleh seluruh manusia kreatif di Indonesia. Biar rakyatnya ga berdosa terus. Tak apalah KTP masih pake kertas dilaminating, asal bisa alokasikan dananya untuk bikin software yang dibutuhkan oleh segenap rakyat Indonessiah itu.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Akankah Facebook Aktif Lagi di China?

Pertanyaannya, di pilpres 2019 nanti, ada gak ya capres yang bisa membebaskan kita dari dosa yang berkelanjutan ini? Yang bisa buat OS dan software gratis buat orang-orang kayak kita gini.

Kalau ada biarlah saya contreng sekarang juga!
TPS mana, TPS?

****

colek Pak Jokowi (hadduh ga fb an beliau). Colek Pak Prabowo (haduh accountnya sudah dihapus)

bungben

Beni Sulastiyo. Setelah menamatkan kuliah di Yogyakarta, pria yang akrab disapa BungBen ini kembali ke kota kelahirannya, Pontianak. Sebagai seorang penulis, ia terbilang cukup sangat produktif, telah menghasilkan 4 buku. Ia juga tidak pelit ilmu, bahkan sangat senang berbagi. Ia sangat aktif mengisi aneka seminar, diskusi dan pelatihan dalam berbagai bidang, baik dalam bidang keagamaan, filsafat, ekonomi, pemasaran, bisnis, kepariwisataan, industri kreatif, tulis menulis, pendidikan hingga kepemudaan. Dalam bidang teknologi informasi, ia ikut mengembankan sistem informasi berbasis teknologi internet. Ia sudah mendesain puluhan web serta sangat memahami seluk beluk dunia media sosial. Ia bercita-cita menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Digital pertama di Indonesia yang dapat menyediakan jaringan internet gratis bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: