ARUNG 1

embun turun ketika aku mulai mengingat kamu
dingin yang nikmat, nuansa tenang tercipta
burung masih belum berkicau di pepohonan
tapi hatiku telah dimeriahkan oleh hiruk pikuk cinta
apakah kau tahu betapa aku sangat merindukanmu?
di saat mata hendak kupejam dan sewaktu aku mulai tersadar kembali
kau telah bawa hatiku ke relung cinta yang dalam
mengukir di jiwaku selaksa puisi bahagia nestapa
dan aku pasrah menerima semua siksa cinta

bukankah kita mesti menjalani ini semua?

lantas sekuat apa kita akan bertahan, diteriaki sejuta kenyataan
hidup kita adalah sebuah petualangan dahsyat dan panjang
terluka kita, kita basuh dengan airmata
terjatuh kita, kita bangkit dengan tonggak derita
terjerembab kita, kita bangun dengan kepalan sengsara
terbunuh pun kita, kita dikuburkan dengan kafan bahagia
ya, kita adalah manusia-manusia nekad yang dibutakan cinta

sepertinya, di depan sana, riam pertama telah menganga!!!
(kayuh sayang, kayuh, jangan sampai bebatuan tajam mengoyak perahu kita)

Mungkin tulisan ini juga menarik...  KUTINGGALKAN ENGKAU DI SINI

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: