Apa??? Indonesia Negeri Mayat?

Upaya memerdekakan negara ini sangat lah mahal karena harus ditukar dengan ratusan bahkan ribuan teriakan derita hingga jasad-jasad yang mati terkapar, Darah-darah yang mewarnai tanah Pertiwi saat itu, menjadi saksi bahwa jiwa nasionalisme bukan diukur melalui bibir semata melainkan jiwa dan raga yang mereka punya.

Tanah yang subur dan panorama alam yang indah negeri ini menghantarkan diri untuk berpikir dan bertanya, untuk siapa negeri ini dimerdekakan. Apakah untuk diri mereka yang telah terkapar berjuang bertaruh jiwa atau untuk mereka yang mampu bertahan hidup saat itu?, Tapi ku yakin, mereka tahu bahwa kelak anak cucu mereka yang lahir di negeri ini dapat merasakan hasil perjuangan yang telah ia berikan.

Namun sekarang, coba kalian dengar teriakan derita yang telah diberikan oleh kolonial negeri sendiri, mengapa mereka yang berkuasa seakan lupa akan mahalnya perjuangan atas harapan tak mendengar lagi jeritan, dan derita anak cucunya.
Ku rasa, tak ada lagi nasionalisme yang benar-benar lahir dari jiwa dan raganya. Tanpa disadari semua tela menjadi penjajah negeri.

Jeritan kami yang kencang sudah tak ada yang mendengarnya, tangisan kami yang luluh tak ada pula yang memperhatikan nya, bahkan jasad kami yang terkapar tidak ada yang memperdulikannya. Tanah yang telah dipersembahkan bukan lagi milik kami, panorama indah yang telah dipersambahkan bukan lagi milik kami, dan kemerdekaan yang telah dipersembahkan bukan lagi milik kami. Dan kami juga mati akan hak dan harapan negara ini kepada kami.

Dan kami hanya dapat berharap semoga kami tidak kehilangan jiwa kepahlawanan dimasa depan kami. Dan kami berharap semoga pemuda dimasaku selalu mengenang jasa engkau pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  3 Kesalahan Tiang Listrik Sehingga Jadi Korban Tabrak Lari

Selamat hari pahlawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: