3 Kesalahan Tiang Listrik Sehingga Jadi Korban Tabrak Lari

Setiap kesalahan pasti akan mendapatkan balasannya. Begitulah yang harus diterima oleh tiang listrik. Tak mungkin tiang listrik tak pernah berbuat salah. Buktinya ia mendapatkan balasan setimpal dari SN; diseruduk sedemikian rupa, sehingga mengakibatkan tubuh tiang listrik mengalami lecet permanen. Astaga.

Kasus korban serudukan oleh SN itu bukan yang pertama kali yang menimpa tiang listrik. Sudah teramat sering tiang listrik jadi korban serudukan kayak gini. Ya mungkin karena itu tadi, tiang listrik punya banyak kesalahan, sehingga mendapatkan balasan atas kesalahan yang sering ia lakukan.

Makanya, ada baiknya tiang listrik melakukan introspeksi. Memeriksa diri dari berbagai kesalahan dan dosa agar di masa yang akan datang dapat menjadi tiang listrik yang lebih baik dan semakin baik lagi.

Menurut saya setidaknya ada 3 kesalahan yang sering dilakukan oleh tiang listrik yang bisa dijadikan bahan untuk introspeksi diri.

1. Malas merawat diri. Mestinya para tiang listrik itu update dengan selera orang Indonesia. Sekarang ini setiap orang sedang tergila-gila dengan warna kulit yang lebih putih. Putih adalah indikator utama atas predikat cantik dan ganteng. Makanya banyak pria dan wanita Indonessiah yang rela melakukan apa saja demi memutihkan kulitnya. Lha tiang listrik ini kayaknya pede sekali dengan tubuhnya yang hitam. Bahkan di pelosok kota saya sering melihat banyak tiang listrik yang sakingenggan merawat kuilit, tubuhnya digerogoti dengan karat. Sekali-sekali coba perawatan, minimal facial atau apa. Masak hanya ngandalkan aplikasi camera360 terus. Modal dikit napa?

2. Terlalu cuek. Ini juga satu kesalahan yang menurut saya kira cukup fatal. Tiang listrik itu tak peduli dengan lingkungan. Ia enggan menegakan amar ma’ruf nahi mungkar. Masak ada orang yang jelas-jelas salah karena memasang baner di tiang listrik, dibiarin. Tak hanya itu, tiang listrik ini sering kali tak mau protes saat tubuhnya ditempeli aneka iklan. Dari iklan gadai BPKP hingga iklan sedot WC. Padahal orang yang melakukan itu jelas-jelas tak tau aturan. Mbok sesekali dingatin orang yang ngerusak kayak gini, Trik. Jangan dicuikin ajjah.Hmmmm…

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Antologi Puisi "Ayah Bangsa"

3. Ga Sadar lingkungan. Saya itu sering melihat tiang listrik cuek bertengger di tengah jalan. Padahal posisinya jelas-jelas mengganggu bahkan membahayakan pengguna jalan. Terlebih saat malam. Sombong sekali, masak tak mau ngalah dengan kepentingan publik yang lebih besar. Apalah beratnya untuk beralih pindah posisi agak ke tepi.

Walaupun demikian tak semua tiang listrik itu buruk. Tiang listrik itu, bro, sis tak pernah marah-marah, maki-maki atau mengadukan orang ke polisi walau sering jadi korban tabrak lari. Di dekat rumah saya sebuah tiang listrik sampe bengkok akibat ditabrak mobil saat malam hari. Sampai sekarang pelakunya tak diketahui. Dan tiang listrik yang menjadi korban tak pernah berusaha sedikitpun untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian. Mulia sekali hatinya.

Sikap welas asih tiang listrik itu sangat konsisten. Sikap baik seperti ini tentu akan mendapatkan balasan kebaikan juga. Makanya, walaupun tiang listrik yang yang jadi korban, tapi ia tak pernah memarahi orang yang menubruknya.

Walaupun tidak marah, tapi yang menubruk kabarnya ketakutan. Makanya habis nabrak terus lari. Lari ke rumah sakit!

Kata pengacaranya mobilnya ancur cur, tapi ke rumah sakit bisa lari. Sajaa gila! 🙂

—***—

Pontianak, Beni S

bungben

Beni Sulastiyo. Setelah menamatkan kuliah di Yogyakarta, pria yang akrab disapa BungBen ini kembali ke kota kelahirannya, Pontianak. Sebagai seorang penulis, ia terbilang cukup sangat produktif, telah menghasilkan 4 buku. Ia juga tidak pelit ilmu, bahkan sangat senang berbagi. Ia sangat aktif mengisi aneka seminar, diskusi dan pelatihan dalam berbagai bidang, baik dalam bidang keagamaan, filsafat, ekonomi, pemasaran, bisnis, kepariwisataan, industri kreatif, tulis menulis, pendidikan hingga kepemudaan. Dalam bidang teknologi informasi, ia ikut mengembankan sistem informasi berbasis teknologi internet. Ia sudah mendesain puluhan web serta sangat memahami seluk beluk dunia media sosial. Ia bercita-cita menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Digital pertama di Indonesia yang dapat menyediakan jaringan internet gratis bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: