11 AGUSTUS 2008… SEBENTUK CINTA BUNUH DIRI

Sebentuk cinta bunuh diri malam ini.
Serasa hati yang disayat sembilu berbalur garam dan cuka.
Serasa jiwa yang diremukkan berkeping-keping tanpa jerih.

( aku mengenangmu, gadis )

Sebentuk cinta bunuh diri malam ini.
Demi reinkarnasi di lain hari, demi metamorfosa di dalam tangis
Dan kepedihan itu ditanggung bersama

( aku mencintaimu, gadis )

Lalu segala duka diharap berakhir ketika cinta ini bunuh diri
Lalu segala rahasia akan dikuburkan bersama derita dan asa bahagia
Lalu segala wajah duka orang tua coba untuk dihapuskan

( aku tak sanggup menerima wajah berselimut lara itu, gadis )

Sungguh, sangat berat aku menahan semua hasrat
Namun sekilat senyum di bibir tua mereka aku harapkan bersemi dan merekah
Karena aku mulai sadar bahwa cinta sejati adalah berpijak pada kebahagiaan orang tercinta untuk meraih kebahagiaan kita sendiri, dan
Karena aku ditampar sebuah kenyataan bahwa cinta yang bunuh diri malam ini adalah kasih terlarang!!!

( aku akan menunggumu, gadis )
-bahkan ketika penantian itu sendiri akan membuat aku terbunuh sepi-

Jadi, biarlah cinta ini bunuh diri malam ini.
Agar di pusaranya kelak menyeruak kecambah yang akan menjadi sebatang pohon rindang keluarga yang kuat.
Dan di pohon itu bermekaran senyum kebahagiaan banyak orang yang berteduh di bawahnya.

( aku mengalah, malam ini dan selamanya…
aku menyerah pasrah…
aku kubur rahasia terindah ini bagiku dan untukmu saja, gadis )

Maafkanlah…

( Senin, 11 Agustus 2008 )
pada sebuah tempat tidur dengan pesing yang nikmat

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Sudah Biasa... Maafkan Aku...

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: