KANTONG KRESEK BERBAYAR? (sekedar sharing entah siapa penulisnya)

Hari ini ramai membahas kasus Orang yang menolak membayar Rp. 200 untuk Kantong Kresek di salah satu Mini Market…
Banyak sekali tanggapan, yang sangat disayangkan penuh hujatan yang tidak perlu jika kita mau mengkaji dahulu permasalahannya…

Ijinkan saya memberikan pandangan, mohon maaf jika ada beberapa hal berbeda pendapat…

Mohon untuk dibaca sampai akhir, JANGAN hanya sebagian, atau tidak usah sama sekali… Supaya Anda Tidak Gagal Paham dengan maksud saya…

Saya bukan siapa-siapa, dan tidak mewakili siapapun… Saya hanya merasa miris membaca dengan mudahnya HUJATAN, FITNAHAN dan Cap DZALIM terucap…

Jika yang kita Hujat dan Cap Dzalim itu ternyata sedang berusaha untuk berbuat kebaikan untuk kita, atau kita tidak punya bukti “Kedzaliman”nya, bukankah justru KITA sendiri yang sedang berbuat DZALIM?

Marah-marah kepada petugas kasir yang hanya menjalankan tugas dan menolak bayar, berarti Kasir tersebut yang harus bayar dari uang pribadinya (meski hanya Rp.200) bukankah justru itu tindakan Dzalim?
Apalagi yang bersangkutan konon seorang dengan titel Ustad.

Kalau tidak mau bayar kan tinggal bilang dengan baik-baik… Mba/Mas ga usah pake plastik aja…

Pemerintah/Pejabat Koruptor/Dzalim tentu ada… Tapi Pemerintah/Pejabat yang punya Integritas, Amanah, dan mengorbankan kepentingan pribadinya untuk kepentingan warganya juga Banyak.

Ini sama halnya kita Tidak Terima dengan pernyataan Islam adalah Teroris…

Kita tidak Mau di-Generalisir… Tapi kita sendiri suka meng-Generalisir.

Pemerintah itu Banyak Sekali, dari Tingkat Desa, Kota/Kab, Provinsi, Pusat.

Saya coba urai satu-persatu permasalah “Kantung Plastik” ini berdasarkan pengetahuan saya, mudah-mudahan bisa diterima…

INI ATURAN APA SIH?
Ini bukan hanya sebuah peraturan, tapi suatu gerakan yang sudah disuarakan dan diperjuangkan sejak lama olah para pemerhati lingkungan, untuk menanggulangi masalah sampah terutama plastik.

TUJUANNYA APA SIH?
Intinya untuk secara BERTAHAP merubah pola fikir dan kebiasaan masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantung plastik.

Intinya masyarakat diajak “Kalau belanja bawa kantong dari rumah”

Tujuannya jangka panjang, dan ini baru permulaan…

INI KERJAAN SIAPA SIH?
Ini program sudah dijalankan di BEBERAPA KOTA di Indonesia (Bedasarkan Surat Edaran dari KLHK), yang tebaru dan tampaknya case ini Terjadi di KOTA BANDUNG, Jadi jelas ya ini kebijakan PEMERINTAH KOTA masing-masing, saya kemarin belanja di Kota Cimahi Tidak/Belum Ada aturan ini.

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Dirgahayu Pontianak

Jadi kalau mau Protes (Kalau bisa jangan menghujat ya)… Buat warga Bandung langsung saja tujukan pada Ridwan Kamil, dan kota lain silahkan ke Wali Kota masing2 yang buat program ini… Jangan tunjuk kemana-mana yang tidak ada atau tidak tau pasti ada hubungannya dengan Program Ini.
Ingat kita jangan Dzolim denga Menzolim-kan orang lain.

APAKAH INI PROGRAM YANG UJUG-UJUG ADA?
Untuk yang mengikuti FanPage nya Kang Emil (Ridwan Kamil) pasti sudah tau kalau program ini sudah disosialisasikan sebelumnya, pada umumnya mendukung, dan bahkan banyak usulan lebih efektif kalau harganya jauh lebih besar dari itu.

Jauh sebelum peraturan ini ada, jika Anda pernah berbelanja di Lotte Mart Wholesale Bandung (dan mungkin di banyak tempat lainnya) mau beli barang sedikit atau banyak pasti tidak akan diberi Kantung Plastik, kita disuruh mikir sendiri… Mereka menyediakan Kantung Kain yang Harganya Belasan Ribu… Saya dan dan tampaknya pembeli2 lain tidak tidak ada masalah untuk itu…

Jadi ini GERAKAN yang POSITIF yang sudah ada sejak lama dan TIDAK HARUS dari Pemerintah.

KENAPA PEMERINTAH JUALAN KRESEK?
Jika kita mau berfikir jernih dan menggunakan sedikit saja logika, yang namanya jualan mengharapkan Pembeli sebanyak-banyaknya.

Sedangkan Program Ini memberikan harga pada kantong plastik dengan harapan UNTUK TIDAK DIBELI…

Kalau banyak yang beli… Justru berarti Program ini GAGAL, atau caranya kurang efektif…

Jadi sangat beda dengan konsep jualan… Lawannya malah…

Karena Tujuan Utamanya mengajak masyarakat untuk memiliki Kebiasaan Baru, yaitu Membawa Kantong Belanja Sendiri yang Bisa Dipakai Berulang-Ulang, tapi Tidak Dengan Cara Langsung Memaksa… Justru bagus kan?

KENAPA HARUS BAYAR Rp.200?
Sangat Tidak Mudah untuk bisa merubah kebiasaan Jutaan Orang dengan karakter, latar belakang, pandangan, yang sangat kompleks dan beragam… Mau apapun Program dan Caranya, RESISTENSI PASTI ADA.

Ini cara paling aman dan paling bijak (menurut saya) dengan mengubah kebiasaan dengan cara PERLAHAN & BERTAHAP, dibanding dengan menghilangkan secara langsung… Kebayang Resistensinya seperti apa…

Mungkin tulisan ini juga menarik...  Jangan Suka Mencampuri Urusan Orang Lain

Banyak usulan kenapa cuma Rp. 200, lebih efektif kalau jauh lebih mahal… Jawabannya adalah point utamanya bukan pembebanan nilai Rp. dari Plastiknya, tapi bagaimana supaya penggunaan Plastik bisa menurun secara Signifikan sebelum dihilangkan sama sekali.

Mudah-mudahan dengan angka Rp.200 ini bisa berhasil, Tapi kalau tidak begitu berpengaruh, kemungkinan besar Akan dinaikan lagi harganya.

KENAPA TIDAK MEMAKAI KANTUNG PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN (GO GREEN) SAJA?
Sekali lagi tujuan utamanya adalah untuk membatasi ketergantungan kita pada kantung plastik.

Kantung plastik ramah lingkungan memang salah satu solusi pengganti, Kantung jenis ini tetap memerlukan lebih dari 6 bulan untu bisa terurai, walaupun memang jauh lebih baik dari plastik biasa yang membutuhkan ratusan tahun.

Kelemahan kantung ini adalah sangan tipis dan sangat rapuh, mudah sekali robek.

KEMANA LARINYA UANG ITU?
Saya tidak akan bahas karena saya tidak tau, tapi Mudah-mudahan dimanfaatkan untuk sesuatu yang Positif, Berbaik sangka lebih baik bukan?

Berburuk sangka apalagi secara jelas menuduh tanpa bukti, bukankah itu FITNAH?…. Apalagi jika ternyata itu terbukti tidak benar.

KENAPA HANYA PASAR MODERN, PASAR TRADISIONAL TIDAK?
Mungkin, dan saya yakin ini sudah dan sedang difikirkan juga… Tapi masih dikaji teknis pelaksanaannya supaya lebih efektif, tidak mungkin disamakan dengan pasar modern, karena kultur dan dinamikanya berbeda… Jadi skali lagi Semua dilakukan secara bertahap.
Ini adalah proses Edukasi yang perlu waktu tidak sedikit, dan sangat Tidak Mudah.

KENAPA PLASTIK KEMASAN PRODUK TIDAK SEKALIAN DILARANG?
Eksekusi program ini baru pada tahap Pemerintah kota, jadi intinya Lakukan yang bisa dilakukan sesuai kewenangannya.

Untuk regulasi kemasan haruslah dari pemerintah pusat, dan tidak bisa sesederhana itu juga. Banyak faktornya.

Diantaranya belum adanya teknologi atau produk kemasan yang betul-betul ramah lingkungan yang bisa diterapkan untuk kemasan Produk Industri… kalaupun ada pastinya harganya sangat tinggi… Anda tentu tidak mau kan harga semua kebutuhan naik 2 atau 3 kali lipat hanya untuk kemasan?

Mungkin tulisan ini juga menarik...  4 HAL YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN SAHABAT YANG BAIK

Tapi yakinlah Banyak orang-orang pintar dan Jenius di luar sana sedang berusaha untuk memecahkan masalah ini… Suatu saat pasti ada solusinya… Tapi mungkin masih perlu waktu…

APAKAH KALANGAN INDUSTRI TIDAK PERDULI DENGAN MASALAH INI?
Saya Pernah mengikuti Seminar mengenai Kemasan Produk, pembicaranya seorang Akademisi Senior, dan Konsultan Kemasan di salah satu Produsen Mie Instan.

Beliau menerangkan “Perusahaan Mie Instan” ini sedang mengkaji kemasan Bumbu yang sekarang berbahan plastik + Aluminium foil akan diganti dengan kemasan dengan bahan yang dapat dimakan, jadi nanti kalau masak Mie Instan tidak perlu repot nyobek plastik bumbu, masukan saja dengan kemasannya… Mantap kan?

Sampai saat ini memang masih belum terealisasi, itu artinya memang tidak mudah mengaplikasikan sesuatu secara Industri, walaupun terlihat sederhana.

Apalagi jika berbicara masalah Kemasan Luarnya… Percayalah semua sudah ada orang-orang pintar yang memikirkannya dan berjuang mencari solusi terbaik… Kita tinggal menikmatinya aja nanti.

KESIMPULAN.
Ini adalah gerakan yang Sangat Positif (menurut saya), yang sudah direspon dan didukung dengan baik oleh beberapa Pemimpin kita dengan dibuatkan regulasinya.

Ini untuk Tujuan yang Sangat Panjang Sekali, mungkin jika generasi kita saat ini masih merasa berat untuk berubah… Jika dilakukan konsisten, mudah-mudahan Generasi anak cucu kita yang akan nyaman dengan kebiasaan ini…

Dilakukan secara bertahap, yang sekarang dilakukan adalah apa yang bisa dilakukan sekarang…

Mudah2an untuk masalah “Plastik yang Lain” terutama masalah Kemasan Produk Industri segera ditemukan solusi terbaiknya…

Maaf kalau kepanjangan ya… dan mohon maaf juga untuk yang tidak berkenan dengan tulisan ini, bukan bermaksud menggurui atau so’ tau, hanya share saja sebatas apa yang saya tau, mudah-mudahan ada yang bisa diambil manfaatnya…

Saya hanya berharap Media Sosial digunakan dengan lebih Bijak dan Santun… Bukan untuk menebar Fitnah, dan Kebencian.

Boleh Share jika berkenan…

Wasalam.

Catatan: saya share karena bagus… (Arief Usman)

arief

Father of Three, Suaminya Djati, Penggemar Kopi & Vespa, Juventini Sejati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: